Kadispora Kaltim Desak PSSI Benahi Tata Kelola untuk Raih Emas PON
Samarinda – Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menyampaikan pandangannya yang optimis namun realistis terhadap masa depan dan peta jalan PSSI Kalimantan Timur usai dilaksanakannya agenda rapat kerja atau ordinary congress.
Faisal menekankan bahwa momentum konsolidasi ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan perbaikan fundamental, mulai dari tata kelola organisasi hingga strategi pembinaan pemain, terutama dalam menghadapi tantangan anggaran yang semakin ketat.
Faisal menilai bahwa agenda rapat kerja ini merupakan langkah yang sangat positif dan menjadi penanda penting bagi kemajuan sepak bola di tingkat provinsi.
Menurutnya, prioritas utama pasca-kongres adalah memastikan keselarasan antara pusat dan daerah.
“Pertama tentu saja berharap statuta, peraturan-peraturan dari pusat bisa disosialisasikan ke daerah, ke kabupaten kota,” ujar Faisal (4/12/2025).
Dirinya menegaskan bahwa hal ini krusial sebagai momen untuk memperbaiki tata kelola organisasi. Selain itu, Faisal juga menekankan pentingnya sosialisasi aturan-aturan baru serta konsolidasi internal.
“Mudah-mudahan ada konsolidasi untuk memperbaiki atau menguatkan kembali PSSI Kaltim,” tambahnya.
Dirinya menggarisbawahi perlunya penguatan struktur dan visi organisasi.
Namun, perhatian utama Kadispora tertuju pada penurunan prestasi yang dialami Kaltim di sektor sepak bola. Ia menyoroti kontras antara masa lalu yang gemilang dengan kondisi saat ini.
“Tadi Pak Roni sudah menjelaskan, kita pernah dapat emas. Betul. Kenapa jadi susah nih sekarang?” tanya Faisal.
Untuk itu, dirinya memicu perlunya evaluasi menyeluruh. Ia berharap pengurus PSSI Kaltim dapat mengidentifikasi akar masalah melalui analisis mendalam. Evaluasi ini, menurutnya, harus mencakup berbagai aspek.
“Apakah sistem tata kelola kepengurusan yang harus dibenahi, atau sistem rekrutmen yang harus dibenahi, atau sistem liga kompetisi yang harus diperbaiki, atau rekrutmen pemain tim inti yang harus diperbaiki.” sebut Faisal.
Semua ini penting untuk diputuskan demi menyongsong agenda olahraga besar, yaitu Babak Kualifikasi (BK), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, dan puncaknya di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Di tengah upaya perbaikan teknis dan organisasi, Faisal juga menyoroti tantangan yang paling mendasar dan sulit, yaitu terkait pendanaan.
Dirinya mengakui bahwa tantangan akan bertambah sulit di saat anggaran semakin menipis. Kondisi ini menuntut kreativitas dan inovasi dari para pengurus PSSI.
“Jadi pengurus harus tambah kreatif bagaimana dengan anggaran yang kecil lah ya, anggaran yang berkurang ini, tapi tetap bisa menghasilkan prestasi yang baik,” tegasnya.
Faisal memberikan pemakluman kepada seluruh pihak bahwa situasi ini bukan bentuk pengabaian pemerintah terhadap sektor olahraga. Ia menjelaskan bahwa alokasi anggaran dilakukan berdasarkan skala prioritas yang ketat.
“Kita harus maklumi, bukan pemerintah tidak apa ya, pilih kasih melupakan olahraga atau mengorbankan sektor olahraga, saya kira tidak. Semua dibagi dengan sedih, bukan dibagi rata, dibagi dengan, sesuai dengan skala prioritasnya,” jelasnya.
Meskipun demikian, ia kembali menyuntikkan semangat dengan mengingatkan pentingnya gengsi dan marwah daerah yang dibawa oleh sepak bola.
“Bola ini walaupun medalinya cuma satu, tapi kan gengsi, marwah daerah kan di sini. Kalau saya sih lebih, kita pernah bisa, kenapa enggak bisa? gitu lho. Masalahnya kan kita pernah dapat. Nah, kenapa kita enggak bisa mengulang lagi seperti itu.” pungkas Faisal.
Diakhir, dirinya menyarankan agar PSSI Kaltim perlu memanggil kembali tokoh-tokoh sukses masa lalu untuk mempelajari strategi yang pernah membawa Kaltim meraih medali emas di masa lampau.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



