Kaltimpedia
Beranda Advetorial Geliat Maloy Bangkit, Kutim Siapkan Kawasan Pesisir sebagai Lokomotif Ekonomi Baru

Geliat Maloy Bangkit, Kutim Siapkan Kawasan Pesisir sebagai Lokomotif Ekonomi Baru

Kaltimpedia, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai memantapkan langkah pengembangan kawasan pesisir timur seiring kembali aktifnya Pelabuhan Maloy.

Kebangkitan aktivitas pelabuhan ini diproyeksikan menjadi pemicu lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis logistik, industri, dan ekspor.

Seiring operasional pelabuhan yang kembali berjalan, pemerintah daerah melakukan penataan kawasan secara bertahap.

Penataan tersebut diarahkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, konektivitas, serta tata ruang yang mampu menopang aktivitas ekonomi skala besar secara berkelanjutan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, menyampaikan bahwa Pelabuhan Maloy memiliki nilai strategis dalam peta pembangunan daerah.

Keberadaannya diyakini mampu menjadi simpul utama pergerakan barang dan investasi di kawasan pesisir.

“Maloy kami siapkan sebagai penggerak ekonomi baru dan pelabuhan ini diharapkan menjadi pintu masuk aktivitas logistik dan ekspor yang mendorong pertumbuhan wilayah pesisir,” ujar Noviari.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Kutim menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, termasuk penyederhanaan perizinan dan penguatan layanan terpadu satu pintu.

Pemerintah daerah menekankan bahwa pengembangan Maloy tidak hanya berorientasi pada industri besar.

Dampak ekonomi diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar melalui terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya usaha pendukung, serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal.

“Kami ingin kebangkitan Maloy membawa manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, bukan hanya untuk investor, tetapi juga bagi warga di sekitar kawasan,” jelas Noviari.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kutim juga memberi perhatian pada aspek lingkungan.

Pengelolaan kawasan industri dan pelabuhan diarahkan agar tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan seimbang dengan kelestarian lingkungan pesisir.

Dengan strategi pengembangan yang terencana dan inklusif, Pemkab Kutim optimistis Pelabuhan Maloy mampu berkembang menjadi pusat ekonomi pesisir yang kompetitif, berdaya saing, dan memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan daerah di masa mendatang.(ADV)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan