Kaltimpedia
Beranda Advetorial Menilik Fasilitas “Tap Water” Disdukcapil Kutim yang Kurang Diminati Warga

Menilik Fasilitas “Tap Water” Disdukcapil Kutim yang Kurang Diminati Warga

Kaltimpedia, Kutai Timur – Disdukcapil Kutai Timur telah menyediakan fasilitas air minum gratis atau anjungan air minum yang dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat di ruang pelayanan. Fasilitas ini serupa dengan yang ada di Kantor Bupati, bertujuan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi warga yang sedang mengantre.

Namun, keberadaan fasilitas modern ini tampaknya belum dimanfaatkan secara optimal oleh publik.

​Dalam sebuah dialog, terungkap bahwa banyak masyarakat yang masih merasa ragu atau tidak terbiasa menggunakan kran air siap minum tersebut. Hal ini disayangkan mengingat kualitas air yang disediakan telah melalui proses filterisasi sehingga aman dikonsumsi.

Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara penyediaan fasilitas publik yang modern dengan adaptasi perilaku masyarakat di lapangan.

​”Diminum. Cuma masyarakat nggak familiar kayaknya itu ya. Kurang… belum kenal. Padahal saya kalau sering ke situ ini loh… bersih. Mereka takut aja kali ya. Lebih familiar dengan yang botolan-botolan,” kata Jumeah saat membahas fasilitas air minum tersebut.

​Kepala Dinas mencatat bahwa ketidaktahuan cara penggunaan juga menjadi faktor penghambat. Banyak warga yang mungkin merasa asing dengan sistem tekan atau sensor pada anjungan air tersebut. Padahal, dari sisi kesehatan dan efisiensi, penggunaan air minum langsung jauh lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah plastik dari penggunaan air mineral kemasan botol.

​Kurangnya sosialisasi secara langsung kepada pengunjung diduga menjadi penyebab utama fasilitas ini sepi peminat. Beberapa staf juga mengakui bahwa mereka sendiri pun masih jarang memanfaatkan fasilitas tersebut, yang secara tidak langsung memberikan kesan kepada masyarakat bahwa air tersebut mungkin kurang layak, padahal kenyataannya sangat bersih dan terjamin kualitasnya.

​”Padahal air minum kita juga dari sungai-sungai juga kan, nggak ada beda coy. Anak buahku aja yang kerja di sini jarang-jarang minum di situ padahal loh, itu loh nggak apa-apa. Iya kan? Nggak semua orang mau,” tambahnya dengan nada heran.

​Pihak dinas berencana untuk lebih aktif memperkenalkan fasilitas ini kepada masyarakat yang datang. Harapannya, dengan adanya edukasi sederhana tentang cara penggunaan dan jaminan kebersihan, masyarakat tidak lagi ragu untuk memanfaatkannya. Hal ini merupakan bagian dari upaya Disdukcapil untuk memberikan pelayanan yang humanis dan memanjakan warga.

​Selain air minum, Jumeah menegaskan bahwa standar pelayanan dasar tetap menjadi prioritas utama. Segala fasilitas penunjang hanyalah pelengkap dari kecepatan dan ketepatan pengurusan dokumen kependudukan. Ia menjamin bahwa seluruh layanan yang diberikan, termasuk pemanfaatan fasilitas di kantor, tidak dipungut biaya sepeser pun sesuai dengan aturan yang berlaku.

​”Padahal kurang apa sudah, diberikan air putih ya kan, pelayanan yang gratis, dimudahkan, semua lah. Tanpa pakai apa namanya biaya, waktunya ada SOP-nya, ada SP-nya, standar pelayanannya gimana, iya kan? Gitu,” tegasnya. (ADV)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan