Jaksa Masuk Sekolah, Membentuk Generasi Emas Kaltim yang Melek Hukum dan Anti-Kekerasan
SAMARINDA – Gerimis tipis menyelimuti Kota Tepian sejak fajar menyingsing, Kamis (19/2/2026). Rintik hujan yang jatuh di halaman sekolah di Jalan Kartini, Sungai Pinang Luar, menciptakan suasana sendu. Namun, di dalam aula SMA Kristen Sunodia Samarinda, atmosfer justru terasa hangat oleh antusiasme puluhan pelajar yang siap menyerap ilmu baru.
Hari itu bukan hari biasa bagi para siswa. Melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) hadir untuk menyapa para calon generasi emas bangsa. Bertajuk “Generasi Emas Sadar Hukum”, kegiatan ini bertujuan mendekatkan dunia hukum yang kerap dianggap kaku ke dalam ruang diskusi remaja yang santai.
Mengubah Berat Menjadi Dekat
Suasana aula yang semula riuh oleh obrolan ringan perlahan menjadi hening penuh perhatian saat Kepala SMA Kristen Sunodia, Devianti Liannita, S.S., Gr., M.Pd., membuka kegiatan secara resmi. Sebanyak 25 siswa terpilih mengikuti jalannya penyuluhan dengan rasa ingin tahu yang terpancar kuat di wajah mereka.
Materi hukum disampaikan langsung oleh dua narasumber dari Asisten Intelijen Kejati Kaltim, yakni Toni Yuswanto, S.H., M.H. (Kasi Penerangan Hukum) dan Tri Nurhadi, S.H., M.H. (Kasi V). Menggunakan bahasa yang komunikatif dan jauh dari kesan menggurui, keduanya mengupas tuntas tugas fungsi Kejaksaan, bahaya laten narkotika, hingga isu krusial seperti kekerasan di lingkungan sekolah.
Diskusi berlangsung hidup. Tangan-tangan mulai terangkat ketika sesi tanya jawab dibuka. Pertanyaan yang mengalir pun cukup tajam, mulai dari konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba hingga langkah nyata yang harus diambil jika melihat aksi perundungan (bullying) di sekolah.
“Pertanyaan seputar tugas dan fungsi Kejaksaan, bahaya narkotika, serta isu kekerasan di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius siswa SMA Kristen Sunodia,” tutur Toni Yuswanto usai kegiatan.
Kenali Hukum, Jauhi Hukuman
Toni menegaskan bahwa kehadiran jaksa di sekolah adalah upaya preventif untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Harapannya, sekolah tetap menjadi ruang yang aman, tertib, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan.
Apresiasi tinggi datang dari pihak sekolah. Devianti Liannita menilai program ini sangat relevan dengan tantangan remaja masa kini, sesuai dengan tagline kegiatan: Kenali Hukum, Jauhi Hukuman.
“Program ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Semoga program ini dapat terus berjalan dan kembali mengunjungi sekolah kami di masa mendatang,” ungkap Devianti.
Di luar aula, gerimis masih setia membasahi Samarinda. Namun bagi para pelajar SMA Kristen Sunodia, pagi itu memberikan cahaya baru. Mereka tidak hanya belajar tentang deretan pasal dan aturan, tetapi juga memahami tanggung jawab besar sebagai generasi muda yang akan menjaga martabat bangsa di masa depan. Hujan boleh turun, tetapi semangat menjadi generasi sadar hukum tak boleh surut.(KP/mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



