Kaltimpedia
Beranda Prokom Kukar Dinkes Kukar Fokus Kawal Program Makanan Bergizi Gratis, 827 Posyandu dan 43 Ribu Balita Siap Dampingan

Dinkes Kukar Fokus Kawal Program Makanan Bergizi Gratis, 827 Posyandu dan 43 Ribu Balita Siap Dampingan

Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersiap meluncurkan program besar untuk memperkuat layanan gizi masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, sebanyak 827 posyandu dan lebih dari 43 ribu balita disiapkan menjadi penerima manfaat program makanan bergizi gratis yang mulai berjalan pada 2025 mendatang.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata dari misi Kukar Idaman Terbaik di bidang pemerataan pelayanan dasar. Fokusnya bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan setiap anak dan lansia mendapatkan asupan gizi seimbang yang aman dan terpantau.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar menjelaskan, pihaknya akan berperan sebagai pendamping utama bagi para kader posyandu di seluruh kecamatan. Pendampingan ini mencakup pelatihan, edukasi gizi, hingga pengawasan keamanan pangan.

“Dinkes memiliki dua tanggung jawab besar: mendampingi kader posyandu agar kompeten, dan memastikan makanan bergizi yang dibagikan memenuhi standar kesehatan,” kata Kusnandar, Rabu (22/10/2025).

Berdasarkan RPJMD Kukar 2025–2029, jumlah balita penerima manfaat pada tahun pertama program ini diperkirakan mencapai 43.858 anak, dengan penambahan sekitar 10 persen setiap tahunnya. Sedangkan kelompok lansia akan ditetapkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar.

Untuk menjamin keberhasilan program, Dinkes Kukar akan menggelar pelatihan bagi ribuan kader posyandu yang tersebar di 20 kecamatan. Pelatihan ini menekankan enam standar pelayanan dasar posyandu, termasuk pemantauan pertumbuhan anak dan penerapan gizi seimbang di rumah tangga.

“Kader adalah ujung tombak di lapangan. Kami pastikan mereka paham cara mengukur status gizi, mengenali tanda-tanda stunting, hingga cara menyajikan makanan yang sehat dan higienis,” jelas Kusnandar.

Pada 2025, anggaran pendampingan kader bidang kesehatan mencapai Rp 112 juta dan akan meningkat signifikan menjadi lebih dari Rp 400 juta per tahun mulai 2026. Sementara kegiatan pengawasan keamanan pangan dan gizi di seluruh posyandu akan didukung anggaran sekitar Rp 395 juta pada 2026 dan meningkat menjadi Rp 491 juta pada 2030.

Dalam pelaksanaannya, setiap kader posyandu akan dilatih langsung oleh sanitarian dari puskesmas dan dibimbing tim pengawas Dinkes Kukar. Mereka juga akan dibekali keterampilan penjamahan makanan serta tata laksana penyimpanan bahan pangan bergizi.

“Yang terpenting, masyarakat mau ikut terlibat. Siapa pun bisa jadi kader, nanti kami latih sampai paham 25 kompetensi dasar posyandu,” ucapnya.

Beberapa kecamatan disebut sudah siap lebih awal, salah satunya Loa Janan yang telah melaksanakan penimbangan serentak dan pelatihan kader. “Kecamatan seperti Loa Janan ini bisa jadi contoh. Kami ingin semua posyandu punya standar pelayanan yang sama baiknya,” tandas Kusnandar.

Melalui pendampingan intensif dan pengawasan gizi yang ketat, Pemkab Kukar berharap program makanan bergizi gratis ini tidak hanya menekan angka stunting, tapi juga memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa. (adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan