Kaltimpedia
Beranda Politik Penguatan Demokrasi Daerah, Samsun Dorong Partisipasi Rakyat dan Tolak Politik Uang

Penguatan Demokrasi Daerah, Samsun Dorong Partisipasi Rakyat dan Tolak Politik Uang

Kaltimpedia.com, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Muhammad Samsun, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah bertema “Pemilukada Langsung: Masalah dan Tantangannya” pada Selasa, 22 Oktober 2025, di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara. Kegiatan ini diikuti tokoh masyarakat, pemuda, perangkat desa, tokoh perempuan, dan perwakilan RT, dengan suasana yang hangat, interaktif, dan penuh antusiasme peserta.

Dalam paparannya, Samsun menjelaskan bahwa tujuan penguatan demokrasi daerah adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap konsep, proses, etika, dan budaya politik di Indonesia agar demokrasi di Kalimantan Timur berjalan sesuai koridor hukum dan nilai konstitusi.

“Penguatan demokrasi ini dilaksanakan agar masyarakat memahami hak, peran, dan tanggung jawabnya dalam proses Pilkada. Demokrasi harus berjalan sesuai aturan, menjunjung etika politik, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Samsun.

Ia juga menekankan bahwa pemilihan langsung kepala daerah adalah bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia pasca reformasi. Pilkada langsung dinilai sebagai bentuk nyata kedaulatan rakyat, sekaligus sarana pendidikan politik (civic education) yang dapat mencetak pemimpin daerah yang lahir dari pilihan rakyat, bukan dari kesepakatan elit.

Dalam kesempatan tersebut, Samsun memaparkan sejumlah alasan mengapa Pilkada langsung perlu dipertahankan. Menurutnya, sistem ini merupakan tuntutan aspirasi rakyat, bagian dari pelaksanaan UUD 1945, sarana memperkuat otonomi daerah, serta proses kaderisasi pemimpin nasional. Selain itu, Pilkada langsung memungkinkan rakyat mengontrol jalannya pemerintahan dan mencegah instabilitas politik akibat tarik-menarik kepentingan kelompok tertentu.

Meski demikian, Samsun menegaskan bahwa Pilkada langsung memiliki sejumlah tantangan yang harus diperbaiki ke depan. Di antaranya sentimen primordial yang rawan memicu konflik horizontal, mahalnya biaya politik, ketidakakuratan data pemilih, hingga maraknya praktik politik uang yang mencederai demokrasi. Karena itu, ia mendorong masyarakat ikut menjadi pengawas politik.

“Politik uang adalah musuh demokrasi. Bila kita memilih karena amplop, maka kita kehilangan hak untuk menagih janji kepada pemimpin. Karena itu, rakyat harus berani menolak, berani mengawasi, dan berani bersuara,” kata Samsun, disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga menyoroti bahwa transparansi pendanaan, perbaikan sistem administrasi pemilu, serta peningkatan literasi politik masyarakat adalah kunci memperkuat kualitas Pilkada di masa mendatang. Rakyat, menurutnya, harus cerdas memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, visi, dan integritas not popularitas atau politik uang.

Suasana acara berlangsung hidup. Warga aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari isu data pemilih, praktik money politics, hingga kekhawatiran konflik sosial saat Pilkada. Samsun dengan tenang menjawab satu per satu dan mendorong masyarakat tetap solid menjaga kondusifitas Marangkayu.

Di akhir kegiatan, Samsun mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen demokrasi yang sehat dengan menolak hoaks, tidak terprovokasi isu identitas, serta aktif datang ke TPS.

“Pilkada bukan hanya pesta politik, tetapi penentu masa depan daerah lima tahun ke depan. Gunakan hak pilih dengan bijak, kawal TPS, dan pilih pemimpin karena program, bukan karena uang,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama, silahturahmi, dan harapan agar kesadaran berdemokrasi masyarakat terus meningkat menjelang Pilkada mendatang. (kp)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan