Dinsos Kaltim Salurkan Bantuan UEP Rp5 Juta Per-KPM, Dorong Transisi ke UKM
Samarinda – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat upaya pemberdayaan masyarakat melalui Program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Program ini bertujuan memberikan trigger atau pemicu bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil, sehingga tercipta kemandirian ekonomi.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa setelah sukses menuntaskan penyaluran tahap murni 1.500 KPM, Dinsos Kaltim segera melanjutkan penyaluran melalui anggaran perubahan.
“Kami baru akan menjalankan tiga Bimbingan Teknis (Bimtek) dan juga tiga kali penyaluran dari anggaran perubahan minggu ini. Yang 1.500 KPM dari anggaran murni sudah selesai disalurkan,” ujar Andi Ishak sapaan akrabnya.
Andi Ishak merinci bahwa setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dengan nilai setara kurang lebih Rp5 juta.
Bantuan ini disalurkan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk barang dan bahan baku, yang disesuaikan secara spesifik dengan permintaan atau minat usaha KPM yang bersangkutan.
“Mereka mengajukan permohonan melalui Dinas Sosial setempat. Mereka mengusulkan usaha apa yang ingin dijalankan, dan itu kita inventarisir,” jelasnya.
Saat ini, jenis bantuan yang disalurkan mencakup beragam sektor usaha. Mulai dari usaha kuliner seperti bahan untuk gorengan, makanan, dan minuman, hingga sektor pertanian seperti ternak ayam.
Terdapat enam jenis bantuan yang disiapkan, menyesuaikan kebutuhan pasar lokal dan minat penerima. Ia juga menyebutkan bahwa potensi seperti usaha jahit akan diakomodasi dalam anggaran tahun depan.
Andi Ishak menegaskan bahwa tugas Dinsos tidak berhenti pada penyaluran barang. Program UEP ini bersifat berkelanjutan dan diikuti dengan pemantauan intensif. Harapannya adalah minimal usaha yang dibantu dapat tetap berjalan, dan optimalnya usaha tersebut bisa berkembang pesat.
“Kami ini tugasnya adalah men-trigger. Mereka memulai, dan usahanya tetap jalan. Setelah itu, kami akan komunikasikan dengan SKPD-SKPD terkait untuk pengembangan usaha lebih jauh,” tegasnya.
Kolaborasi ini menjadi kunci penting transisi KPM menuju kemandirian penuh.
Sinergi yang dilakukan yaitu bersama Disperindakop., untuk dukungan modal usaha, pelatihan manajemen, atau bantuan legalitas, memungkinkan KPM bertransisi ke skala Usaha Kecil Menengah (UKM).
Kemudian, Disnakertrans untuk pelatihan keterampilan tambahan seperti pengolahan produk, packing, atau pengemasan yang lebih profesional.
“Ya, harus kolaborasi. Ini sudah menjadi ranah sektor lain. Tugas kami yang pertama adalah betul-betul mengantarkan mereka agar tetap punya usaha,” katanya.
Setelah penyaluran, Dinsos melalui jaringan relawan akan mendampingi KPM untuk memastikan perkembangan usaha dan mengidentifikasi hambatan di lapangan.
Dinsos Kaltim berkomitmen penuh untuk meminimalkan kegagalan program. “Kami tidak ingin bantuan yang kita berikan ini akhirnya sia-sia. Harapannya, kita semaksimal mungkin, kalau bisa, semuanya berhasil dan minimal, masih tetap punya usaha,” pungkas Andi Ishak.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



