DKP Kaltim Perkuat Ekonomi Biru, Laut Bersih Kunci Kesejahteraan Nelayan
Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), semakin serius memerangi ancaman polusi sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.
Gerakan pembersihan laut terus digiatkan sebagai fondasi utama menjaga kesehatan ekosistem laut sekaligus memperkuat program Ekonomi Biru yang berorientasi pada keberlanjutan sumber daya.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, menegaskan bahwa laut adalah ruang hidup utama bagi ikan dan seluruh sumber daya hayati yang menopang kesejahteraan masyarakat pesisir.
Oleh karena itu, upaya menjaga laut dari polusi plastik bukan hanya sekadar program lingkungan, melainkan sebuah panggilan tanggung jawab bersama untuk menjamin keberlangsungan sumber mata pencaharian.
“Pembersihan sampah plastik di laut adalah pilar penting dari Ekonomi Biru yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kami menyadari bahwa DKP Kaltim tidak mungkin bekerja sendiri; kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas nelayan, hingga relawan, menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya (22/11/2025).
Irhan menyebutkan bahwa penanganan sampah plastik merupakan satu dari lima pilar utama strategi Ekonomi Biru yang diterapkan DKP Kaltim.
Pilar-pilar strategis ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan perlindungan sumber daya kelautan. Pilar lain meliputi:
- Peningkatan kawasan konservasi perairan untuk regenerasi ikan.
- Penerapan kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota untuk mengendalikan eksploitasi.
- Penguatan kampung-kampung budi daya untuk diversifikasi sumber pendapatan.
- Pengawasan sumber daya laut untuk memberantas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing).
“Semua pilar ini dirancang untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kita. Prinsipnya adalah, memanfaatkan laut harus seimbang dengan melindunginya. Ketika laut bersih, maka kelangsungan sumber daya akan terjamin, dan hasil tangkapan nelayan pun akan stabil,” jelasnya.
Mengapresiasi perubahan sikap positif para nelayan Kaltim yang kini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebersihan laut.
Kesadaran itu, menurutnya, tumbuh karena mereka telah memahami dampak langsung dan kerugian ekonomi dari sampah plastik terhadap alat tangkap dan habitat ikan.
“Nelayan sekarang banyak yang berani menegur bahkan marah jika ada yang membuang sampah di laut. Mereka sudah paham betul bahwa kerusakan laut akan kembali merugikan mereka sendiri. Kesadaran kolektif inilah yang menjadi modal sosial utama kita di pesisir,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, DKP Kaltim mendukung penuh kegiatan nasional melalui aksi nyata di lapangan.
Salah satu aksi terbarunya adalah Gerakan Bersih Pantai di Pantai Biru, Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, yang melibatkan partisipasi aktif nelayan, masyarakat pesisir, dan relawan lingkungan.
Irhan berharap gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong budaya baru di masyarakat: bahwa laut yang bersih adalah masa depan ekonomi pesisir yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan ekosistem laut yang sehat, yang pada akhirnya akan menjamin kesejahteraan dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di tengah tantangan lingkungan global.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



