Empat Tokoh Kaltim Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dua Masih Diverifikasi
Samarinda – Empat tokoh asal Kalimantan Timur (Kaltim) diusulkan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebut dua nama masih dalam tahap verifikasi oleh tim pusat Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).
Tokoh yang sudah disetujui sebelumnya adalah Muhammad Idris, pendiri Universitas Widyagama Mahakam (UWGM) Samarinda, yang disahkan menjadi Pahlawan Nasional pada tahun 2022. Sementara tiga nama lain yang diajukan yaitu Raja Alam dari Kabupaten Berau, Abdul Muiz dari Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Sultan Ibrahim Alaluddin dari Kabupaten Paser.
“Proses verifikasi dilakukan sangat ketat. Tim pusat bahkan menelusuri bukti perjuangan hingga ke arsip-arsip di Belanda,” kata Andi di Samarinda (13/11/2025).
Ia menjelaskan, setiap kabupaten dan kota memiliki Tim Pertimbangan Pengusulan Gelar (TP2G) untuk melakukan kajian awal sebelum berkas dikirim ke tingkat provinsi. Dari situ, usulan diserahkan ke pemerintah pusat untuk diteliti oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
Selain empat nama tersebut, Dinsos Kaltim juga sedang mengumpulkan data tambahan untuk tokoh lain seperti Aminah Syukur dan Awang Long, pahlawan lokal yang dinilai berperan besar dalam perjuangan rakyat Kaltim. Namun, pengumpulan dokumen sejarah menjadi kendala utama karena keterbatasan sumber otentik.
Andi menegaskan, proses ini sangat hati-hati agar tidak ada kekeliruan. “Kalau terbukti tokoh yang diusulkan pernah bekerja sama dengan penjajah, gelarnya bisa dibatalkan,” ujarnya.
Ia berharap, pengusulan ini bisa mengangkat kembali sejarah lokal Kalimantan Timur yang masih minim dikenal publik nasional.
“Pahlawan daerah harus diakui secara nasional, agar generasi muda tahu bahwa perjuangan juga lahir dari tanah Borneo,” pungkasnya.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



