Harga Seragam Koperasi Sekolah Melonjak, DPRD Kaltim: Jangan Bebani Orang Tua!
Kaltimpedia.com, Samarinda – Penjualan seragam sekolah melalui koperasi dengan harga lebih tinggi dari pasaran memicu perhatian Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), H. Baba. Ia menilai, koperasi seharusnya menjadi mitra yang membantu meringankan kebutuhan siswa, bukan justru menambah beban orang tua.
Menurut H. Baba, praktik penentuan harga seragam yang tidak wajar perlu diawasi secara ketat. Ia mendorong adanya evaluasi dan pemeriksaan terhadap koperasi yang diduga mengambil keuntungan berlebihan.
“Kalau harganya sudah di atas standar, sebaiknya jangan dijadikan kesempatan untuk mencari untung. Sekolah juga jangan membiarkan koperasi bermain harga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, orang tua tidak boleh diwajibkan membeli seragam dari koperasi sekolah, apalagi jika ada selisih harga yang signifikan dengan pasaran.
“Kalau di koperasi harganya Rp1 juta, tapi di luar hanya Rp700 ribu, orang tua harus diberi pilihan. Tidak boleh ada paksaan,” tegasnya.
Selain harga, H. Baba menekankan pentingnya transparansi terkait kualitas bahan seragam yang dijual. Perbedaan harga masih dapat diterima jika memang diimbangi dengan mutu kain yang lebih baik.
“Kalau kualitasnya berbeda, itu harus dijelaskan. Tapi kalau kualitasnya biasa saja, lalu harganya dinaikkan tanpa alasan jelas, itu tidak bisa dibenarkan,” imbuhnya.
Politisi tersebut juga mengimbau orang tua, khususnya yang anaknya baru masuk sekolah, agar tidak terburu-buru menanggapi isu harga seragam dengan prasangka negatif. Ia menilai komunikasi terbuka antara orang tua, sekolah, dan koperasi sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman.
“Kalau menemukan seragam yang lebih murah di luar sekolah, sampaikan saja ke pihak sekolah untuk dipertimbangkan,” tutupnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



