Penanganan Belum Optimal, DPRD Kota Samarinda Minta Pemkot Prioritaskan Infrastruktur Penanggulangan Banjir
SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan banjir yang belum tuntas. Hal itu diungkapkannya setelah warga dari daerah pilihannya (dapil) selalu mengeluhkan persoalan yang sama dalam setiap reses yang ia jalani.
Sebelumnya, hanya dalam kurun satu bulan terakhir, wilayah Kota Samarinda tercatat mengalami dua kali banjir besar yang menyebabkan kelumpuhan aktivitas ekonomi dan keresahan di kalangan warga.
“Dalam empat kali reses terakhir, aduan masyarakat itu-itu saja, ya pastinya banjir. Bahkan sampai reses yang terakhir pun, keluhan yang saya terima masih sama,” ungkap Iswandi.
Politikus Partai PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa persoalan banjir tidak bisa dianggap remeh, mengingat dampaknya yang cukup luas, mulai dari kerugian materi hingga ancaman keselamatan jiwa. Menurutnya, solusi terhadap persoalan banjir harus dimulai dari perencanaan yang matang dan skala prioritas yang jelas oleh pemerintah kota.
“Banjir itu kaitannya langsung dengan infrastruktur. Artinya kita bicara soal normalisasi drainase, perbaikan saluran air, dan sistem pengendalian banjir yang terintegrasi. Ini harus jadi prioritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Iswandi menyampaikan rencana pihaknya untuk meninjau ulang blueprint penanganan banjir yang dimiliki pemerintah kota, guna memastikan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
“Kita ingin lihat lagi, sebenarnya seperti apa peta kerawanan banjir di Samarinda, dan berapa sebenarnya anggaran yang dialokasikan dari APBD untuk penanganan bencana ini,” tambahnya.
Selain itu, Iswandi juga menyinggung peran instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, yang menurutnya harus didukung dengan alokasi anggaran yang cukup agar bisa bertindak cepat dalam situasi darurat.
“Berapa anggaran untuk infrastruktur yang benar-benar difokuskan untuk penanganan banjir? Jangan sampai proyek lain yang tidak terlalu mendesak justru lebih besar anggarannya daripada yang benar-benar dibutuhkan warga,” tutupnya.
Iswandi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal polemik ini, karena banjir bukan hanya persoalan musiman, tapi menjadi tantangan permanen yang harus diselesaikan secara serius oleh seluruh pihak.
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Join now



