Proyek Jembatan Telen Tersendat, Warga Masih Hadapi Keterbatasan Akses
Kaltimpedia, Kutai Timur – Pembangunan Jembatan Telen hingga awal tahun 2025 belum menunjukkan kemajuan signifikan yang diharapkan menjadi jalur penghubung utama masyarakat tersebut baru mencapai tahap pemasangan satu tiang utama dan belum dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Jembatan yang direncanakan rampung pada periode 2023–2024 itu mengalami berbagai kendala teknis di lapangan.
Salah satu hambatan utama adalah kondisi alam, khususnya banjir yang terjadi berulang kali dan menghambat proses pengerjaan struktur utama jembatan.
Camat Telen, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa tingginya debit air sungai membuat proses pengecoran tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Arus yang deras menyulitkan pekerja memasukkan material ke dalam struktur tiang secara aman dan presisi.
“Banjir terjadi berturut-turut pada saat pengerjaan, sehingga pengecoran tidak bisa dilaksanakan karena kondisi sungai tidak memungkinkan,” jelas Petrus.
Selain faktor cuaca, keterbatasan tahapan anggaran juga memengaruhi progres pembangunan.
Proyek ini dibiayai melalui anggaran reguler, sehingga pelaksanaan pekerjaan harus menyesuaikan kesiapan teknis dan tahapan administrasi yang berlaku.
Hingga kini, pihak kecamatan belum menerima laporan resmi terkait persentase kemajuan fisik proyek.
Proses pengangkutan rangka baja serta persiapan struktur lanjutan disebut membutuhkan waktu tambahan sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan.
Saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat, akses darat menuju sejumlah permukiman menjadi terganggu, sehingga warga masih bergantung pada transportasi air.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok, terlebih ketika cuaca tidak menentu.
Petrus Ivung berharap pembangunan Jembatan Telen dapat kembali menjadi prioritas agar masyarakat memiliki akses yang aman dan stabil sepanjang tahun.
“Kami berharap jembatan ini bisa segera diselesaikan karena sangat dibutuhkan warga, khususnya saat musim hujan,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Telen menyatakan akan terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait agar proyek pembangunan dapat dilanjutkan pada tahun berjalan.
Keberadaan Jembatan Telen diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(ADV)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



