Kaltimpedia
Beranda Kutai Kartanegara Serangan Monyet Ganggu Petani Sayur Maluhu, Warga Cari Solusi Ramah Lingkungan

Serangan Monyet Ganggu Petani Sayur Maluhu, Warga Cari Solusi Ramah Lingkungan

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Aktivitas pertanian di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, mengalami tantangan tak terduga. Serangan monyet liar yang turun dari hutan sekitar mulai mengganggu lahan-lahan hortikultura milik petani, terutama di area yang baru dibuka dari lahan tidur.

Gangguan ini berdampak langsung pada hasil panen. Tanaman seperti pakcoy dan sayuran lainnya menjadi sasaran empuk kawanan monyet, sehingga petani merugi karena banyak hasil tanam yang rusak sebelum dipanen.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro menjelaskan, meningkatnya serangan ini sejalan dengan makin luasnya lahan pertanian warga. Meski langkah ini menghidupkan potensi ekonomi lokal, ia mengakui bahwa pembukaan lahan juga turut memicu terganggunya habitat satwa liar.

“Kami akui bahwa hama monyet ini cukup mengganggu, khususnya terhadap tanaman sayur kami. Karena itu, lahan pertanian perlu terus diawasi agar panen tidak berkurang drastis,” ucap Joko.

Beberapa upaya telah dicoba oleh warga, mulai dari memelihara anjing penjaga di sekitar kebun hingga menyalakan petasan untuk mengusir kawanan monyet. Namun, solusi tersebut masih bersifat sementara dan belum dijalankan secara luas.

Kelurahan, lanjut Joko, memilih pendekatan yang mengutamakan etika lingkungan. Ia menolak langkah ekstrem yang bisa merusak ekosistem atau membahayakan satwa.

“Kami sangat mempertimbangkan faktor hati nurani dalam penanganannya. Jangan sampai tindakan yang kami ambil justru menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Saat ini, pengelolaan lahan di Maluhu terus berjalan secara bertahap dan terukur. Masyarakat didorong untuk tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan pertanian dan kelestarian lingkungan, demi menciptakan harmoni antara aktivitas manusia dan kehidupan satwa.

“Pembukaan lahan memang berdampak pada terganggunya ekosistem, tapi itu kami lakukan secara perlahan dan hati-hati. Kami ingin menjaga keseimbangan antara pertanian dan lingkungan,” kata Joko mengakhiri. (adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan