Silaturahmi Bersama Media se-Kota Samarinda, Andi Harun sebut Kehadiran Media Sangat Membantu Kinerja Pemerintah

0 1,976

Kaltimpedia.com, Samarinda – Di Bulan Ramadhan 1445 hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengundang awak media se-Kota Samarinda, untuk Silahturahmi dan buka puasa bersama, digelar yang terlaksana di Mushola Ar Raudah, Jalan Balaikota, Kantor Wali Kota Samarinda, pada (31/03/2024).

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dan jajaran pejabat Pemkot Samarinda ini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi media dalam hal pemberitaan positif, serta seluruh pemberitaan program pemerintah.

“Kami atas nama pemerintah tentu merasa bersyukur atas kontribusi teman-teman media selama ini, yang terus ikut berkontribusi besar terhadap perluasaan pemberitaan positif, termasuk dalam hasil kegiatan pembangunan, program day to day,” katanya.

Tidak hanya itu, Andi Harun, juga mengatakan kontribusi media terhadap informasi yang didapat dari masyarakat sangat membantu kerja pemerintah. Dimana ini menjadi perantara komunikasi serta informasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami juga menyampaikan terimakasih karena dengan kontribusi teman teman media kita terus bisa mendapatkan informasi dari masyarakat, dari yang kita luput amati secara official, justru kadang-kadang informasi itu kita dapatkan dari media, contoh misalnya ada kebakaran, jalan rusak, air tidak mengalir disatu wilayah, titik banjir, dan sebagainya,” jelasnya.

Dengan adanya media, lanjut dia, pihaknya sangat bersyukur, pasalnya dengan informasi-informasi yang luput dari amatan pemerintah dengan adanya media hal tersebut bisa teratasi.

“Kita sangat bersyukur mendapatkan informasi itu. Karena itu merupakan program paling prioritas dan tidak cukup didapatkan di rapat resmi, mungkin juga mereka luput jadi ada hal-hal yang bersifat spontanitas. Dengan saya ketahui informasi itu saya bisa berikan arahan,” sambung Andi Harun.

Orang nomor satu di Samarinda itu, menuturkan bahwa media juga merupakan alat perjuangan, alat dakwah, serta sarana dalam melakukan amal baik dan begitu pun sebaliknya.

“Jadi profesi sebagai jurnalis itu bisa bernilai kebaikan, dan bisa juga tidak baik, jika tidak hati-hati, tidak waspada bisa menjadi ladang dosa. Maka itu, tuntunan agama islam kita mengatakan, kita harus menelisik, kita harus wajib mengecek benar tidaknya informasi,” imbuh Andi Harun.

Oleh sebab itu, Andi Harun mengingatkan para jurnalis agar terus meningkatkan pengetahuan, kaidah penulisan, dan lainnya. Agar profesi sebagai jurnalis dapat menjadi sarana menambah kebaikan.

“Begitu pula dengan prinsip-prinsip dakwah, prinsip ibadah dalam melaksanakn tanggung jawab profesi sebagai wartawan,” ujarnya.

“Pilihannya ada di kita. Kita mau menjadikan profesi sebagai sarana menambah kebaikan, atau sebaliknya. Semua kembali pada diri kita masing-masing. Oleh sebab itu profesi wartawan ini bisa jadi pemersatu, atau kebalikannya malah jadi pembelah,” tambah Andi Harun.

Diakhir, Andi Harun menyatakan, bahwa jurnalis juga sebagai pembaharu yang mana tidak sekedar tunduk pada doktrin kaidah jurnalis yang kaku, namun dapat mengembangkan tulisannya yang bisa mencerahkan masyarakat yang membacanya.

“Tidak hanya aspek-aspek bersifat praktis tapi juga ilmu pengetahuan, entah bersifat inovasi atau reportase, yang manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat. Saya akui hebat sekali peran jurnalis ini,” tandasnya.(adv)

Leave a comment