Viral Boleh, Tapi Jangan Tinggalkan Sekolah: Ketua Komisi IV Ingatkan Generasi Muda Soal Pentingnya Pendidikan di Era Digital
Kaltimpedia.com, Samarinda – Gelombang ketenaran instan di kalangan anak muda lewat media sosial semakin meluas. Dari TikTok hingga Instagram, para remaja dan pemuda berlomba menjadi seleb dunia maya—atau yang kini lebih akrab disebut influencer. Namun di balik layar popularitas dan likes, muncul pertanyaan mendasar: masihkah pendidikan dan karakter mendapat tempat utama?
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, menanggapi fenomena ini dengan sorotan kritis namun konstruktif. Ia menyebut tren ini tak bisa dihindari sebagai bagian dari transformasi zaman. Namun, ia menekankan bahwa pendidikan tetap harus menjadi prioritas di tengah arus digitalisasi.
“Anak muda sekarang memang luar biasa kreatif. Tapi kita harus ingat, fondasi kehidupan tidak dibangun dari popularitas semata. Pendidikan, etika, dan konsistensi tetap jadi kunci kesuksesan jangka panjang,” ujar Baba.
Menurutnya, ketenaran yang datang tiba-tiba tanpa disertai kesiapan mental dan tanggung jawab bisa menjadi bumerang. Dunia digital, sebutnya, adalah ladang peluang sekaligus jebakan jika tak dikelola dengan bijak.
“Bisa viral dalam semalam, tapi untuk menjadi pribadi tangguh butuh proses bertahun-tahun. Itulah fungsi pendidikan. Ia membentuk karakter dan daya pikir, bukan hanya skill instan,” tegasnya.
Baba tak hanya berbicara sebagai legislator, namun juga berbagi kisah hidup pribadinya. Ia mengenang perjuangannya menempuh pendidikan sambil bekerja demi bertahan hidup. Baginya, pendidikan bukan sekadar sekolah, tapi sebuah komitmen untuk terus berkembang.
“Kalau harus kerja dulu, tidak apa-apa. Tapi jangan menyerah pada pendidikan. Bisa dicicil kuliah, ambil kelas malam, yang penting jangan berhenti belajar,” ucapnya memberi semangat.
Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Baba juga mendorong Pemprov Kaltim untuk menghadirkan kebijakan adaptif bagi generasi digital. Ia menyarankan program pendidikan fleksibel, beasiswa bagi pekerja muda, hingga pelatihan literasi dan etika digital yang bisa menjadi pagar moral dalam bermedia sosial.
“Influencer itu punya kekuatan besar. Tapi kekuatan itu harus diarahkan. Jangan hanya jadi penghibur, jadilah penginspirasi. Generasi ini berpotensi jadi pemimpin masa depan, bukan sekadar konten kreator,” pungkasnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



