Wakil Wali Kota Samarinda Resmikan Pendistribusian Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) November 2023

0 1,772

Kaltimpedia.com, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, secara resmi mendistribusikan Beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bulan November 2023 di Kecamatan Sungai Pinang. Acara ini bertujuan untuk menyalurkan beras bantuan kepada warga kurang mampu sebagai upaya meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Dalam sambutannya, Rusmadi menekankan pentingnya pangan sebagai kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup manusia. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah pusat maupun daerah perlu memberikan bantuan pangan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, guna meringankan mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Rusmadi.

Rusmadi menjelaskan bahwa pendistribusian CPP adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan akses pangan masyarakat melalui bantuan beras. CPP sendiri merupakan cadangan beras nasional yang dikelola oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

“CPP adalah cadangan beras nasional dari Bulog yang dimanfaatkan pemerintah bagi masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Bantuan CPP kali ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya dengan peserta yang sama berdasarkan data Kementerian Sosial Republik Indonesia. Rusmadi berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga kurang mampu.

“Kami harap bantuan ini bisa membantu meringankan beban warga dan menekan angka kerawanan pangan serta stunting,” tambahnya.

Rusmadi juga mengajak kolaborasi dari semua pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Ia optimistis bahwa program CPP dapat terus berlanjut dan jumlah penerima manfaatnya dapat terus meningkat di masa mendatang.

Pemerintah Kota Samarinda telah menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan ketahanan pangan. Dukungan lintas sektoral dianggap sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh warga.

“Persoalan pangan ini sangat kompleks dan berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, dan kesehatan. Oleh karena itu, perlu perhatian bersama, karena pemerintah tidak dapat mengatasi sendiri tanpa dukungan dari pihak lain,” ungkap Rusmadi.

Rusmadi berpesan agar pemerintah dan para pengusaha berkomitmen dan bersinergi untuk mengoptimalkan upaya dalam stabilitas harga pangan, suplai, dan mendorong produksi. Langkah ini diharapkan dapat berdampak pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

“Kepada masyarakat penerima manfaat, saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban pengeluaran, membantu menekan angka kerawanan pangan, kemiskinan, dan kasus stunting serta gizi buruk di tengah masyarakat,” tutup Rusmadi.(adv)

Leave a comment