Workshop DAK dan BOS Kukar: Hetifah Kita Harus Genjot! Sumber dana dari mana pun

0 602

Kaltimpedia.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi X DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian mengadakan Workshop Pendidikan Optimasi Dana Alokasi Khusus (DAK Fisik dan Non Fisik – BOS) dalam meningkatkan mutu pendidikan bersama dengan Direktur Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, (Kemendikbud Ristek), Mulyatsyah di Hotel Aston pada Senin (20/9/2021).

Pelatihan ini diikuti oleh Kepala sekolah tingkat SD,SMP,SMA/SMK se-Kutai Kartanegara. Hetifah mengatakan saat ini APBD tidak lagi memadai dibandingkan dengan luasnya wilayah Kukar. ia juga menyampaikan bahwa ini untuk tantangan masa depan, SDM menyambut Ibu Kota Negara (IKN).

“Kita harus genjot!, pokoknya sumber dana dari mana pun demi KUKAR ya harus kita ambil. Salah satunya DAK ini” kata Hetifah.

Ia menerangkan para kepala sekolah harus mengetahui tata-caranya untuk memperbesar mendapatkan bantuan tersebut seperti proposal dll. Hetifah menyampaikan juga bahwa dirinya sering mendengar kurang lengkapnya persyaratan,masalah tanah yang belum beres dll, sehingga membuat tersisih dari bantuan.

Kepala sekolah saat ini memegang penuh pengeolan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga dapat digunakan 100 persen untuk kebutuhan sekolah, hingga membayar guru honorer.

Hetifah Sjaifudian – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Golkar

“Dengan diberikan kepercayaan maka harus lebih hati-hati menggunakan dana yang ada” pesan anggota dewan dari GOLKAR ini.

saat disinggung mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) hetifah saat ini sudah tidak sabar dengan kegiatan PTM tersebut akan tapi keselamatan dan kesehatan siswa dan guru itu yang paling penting. mengingat saat ini KUKAR masih menjalani PPKM.

Hetifah berpendapat jika saat ini merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri khususnya Kukar untuk bersiap-siap, hal ini untuk ketika turun level Kukar telah siap untuk PTM. Hetifah berharap nantinya tidak ada klaster sekolah dan sekolah dapat melaksanakan tata cara yang dianjurkan pemerintah untuk diikuti.

“ini pilihan sulit namun saya lebih cenderung sekolah dapat mempersiapkan diri dan untuk di Kukar (PTM) akan dicek dahulu vaksinasi guru nya,” (fb)

Leave a comment