Kaltimpedia
Beranda DPRD Samarinda DPRD Kota Samarinda Minta Pemkot Terus Tingkatkan Penataan Parkir Liar dan Kawasan Kumuh Pasar Segiri

DPRD Kota Samarinda Minta Pemkot Terus Tingkatkan Penataan Parkir Liar dan Kawasan Kumuh Pasar Segiri

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi.

SAMARINDA – Pasar Segiri sebagai salah satu sentra ekonomi rakyat terbesar di Samarinda memiliki tantangan besar dalam hal penataan kawasan, termasuk masalah parkir liar dan lingkungan kumuh yang telah berlangsung lama.

Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menyediakan gedung parkir di kompleks Segiri Grosir Samarinda (SGS), kapasitasnya masih belum mencukupi untuk menampung kendaraan para pengunjung setiap harinya.

Kondisi ini membuat sebagian besar pengunjung memilih memarkir kendaraan di bahu jalan, yang akhirnya memicu kemacetan serta mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi menyayangkan masih banyaknya pengunjung yang parkir sembarangan di area pasar meski pemerintah telah melakukan penertiban.

“Saya menyayangkan warga masih suka parkir kendaraan diluar, mungkin karena daya tampung parkir masih kurang. Pengunjung pasar cukup banyak, sehingga banyak yang akhirnya parkir sembarangan,” ujarnya,.

Lebih lanjut, Maswedi mengatakan bahwa banyak masyarakat memilih kepraktisan dibandingkan ketertiban. Hal ini ditandai dengan kecenderungan memarkir kendaraan sedekat mungkin ke area pasar, meskipun sudah tersedia area parkir resmi.

“Banyak yang memilih cara paling simpel agar cepat sampai ke pasar, jadi mereka (pengunjung pasar) enggan parkir di tempat yang sudah disediakan, yang pada akhirnya mereka parkir di badan jalan,” tambahnya.

Politikus Partai NasDem ini menerangkan bahwa upaya penataan dan perbaikan kawasan Pasar Segiri terus dilakukan oleh Pemkot Samarinda. Mulai dari relokasi lapak ke lokasi yang lebih tertata hingga pengembangan ruang terbuka hijau agar Pasar Segiri menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi semua kalangan.

Terlebih, Maswedi mengungkapkan bahwa kondisi kawasan kumuh di sekitar pasar mulai mengalami perbaikan berkat relokasi yang dilakukan, terutama di wilayah bantaran sungai dan kawasan hijau sekitar SGS.

“Sudah mulai berkurang kawasan kumuh di Samarinda karena pemerintah juga sudah melakukan relokasi di bantaran sungai, juga daerah-daerah kawasan hijau daerah pasar SGS mulai ditertibkan juga,” jelasnya.

Namun, Maswedi menegaskan bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara instan mengingat kompleksitas fungsi Pasar Segiri sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Di Segiri ini kan memang salah satu tempat pasar, sehingga tidak bisa juga secara cepat bisa ditangani, pasti perlu waktu karena ini pasar,” imbuhnya.

Dalam proses menata Pasar Segiri, DPRD Samarinda mendorong kerja sama dan kolaborasi antara pedagang, pengunjung, dan pemerintah sebagai kunci utama agar penataan Pasar Segiri bisa berjalan dengan maksimal.

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan