Jalan Rusak Hambat Aktivitas Warga, DPRD Kaltim Desak Penanganan Segera
Kaltimpedia.com, Samarinda – Kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Samarinda, khususnya di Jalan HAM Rifaddin, terus menuai keluhan warga. Kondisi berlubang dan tidak layak dilalui kini bukan hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan serta menurunkan produktivitas ekonomi lokal.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi ini dan mendesak agar Pemerintah Provinsi segera mengambil langkah konkret, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Jangan tunggu ada korban jiwa atau jalur benar-benar putus total baru bertindak. Ini soal kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Subandi menjelaskan bahwa laporan kerusakan jalan terus berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, orang tua siswa, hingga warga yang mengandalkan akses darat untuk ke rumah sakit dan tempat kerja.
“Jalan rusak bukan hanya menyulitkan kendaraan lewat, tapi juga menyulitkan hidup masyarakat. Banyak yang harus memutar jauh, ada juga yang kendaraannya rusak karena lubang yang tidak terlihat saat hujan,” ujarnya.
Dari data yang dihimpun DPRD, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Kota Samarinda, namun meluas hin
gga ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu. Salah satu kendala utama dalam penanganan adalah keterbatasan dana yang tersedia di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PUPR.
Diketahui, dari total anggaran sebesar Rp28 miliar yang dialokasikan, dana teknis yang bisa digunakan untuk perbaikan jalan tersisa kurang dari Rp20 miliar, setelah dipotong kebutuhan operasional seperti bahan bakar dan pemeliharaan alat.
Meski demikian, Subandi menegaskan bahwa langkah darurat tetap harus diambil. Ia menyarankan agar metode tambal sulam menjadi solusi sementara guna mencegah kerusakan semakin parah.
“Memang tambal sulam bukan solusi permanen, tapi itu langkah realistis saat ini. Jangan sampai warga terus jadi korban karena menunggu proyek besar yang tak kunjung datang,” tuturnya.
Sebagai bentuk tanggung jawabnya di parlemen, Subandi menyatakan komitmennya untuk mendorong penambahan anggaran pada pembahasan APBD 2026, serta mendesak pemerintah daerah untuk memetakan dan memprioritaskan ruas-ruas jalan yang paling krusial bagi masyarakat.
“Bayangkan setiap hari siswa sekolah, pedagang kecil, bahkan ambulans melintasi jalan rusak itu. Kalau akses dasar saja terganggu, bagaimana pembangunan bisa berjalan?” pungkasnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



