Kaltimpedia
Beranda Kutai Kartanegara DP3A Kukar Siapkan Gerakan GenCAR untuk Tekan Perkawinan Anak

DP3A Kukar Siapkan Gerakan GenCAR untuk Tekan Perkawinan Anak

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kukar, Nurul Fitriningsih.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Angka perkawinan anak di Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami lonjakan drastis sepanjang 2024. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar mencatat, sebanyak 91 pasangan menikah di bawah usia 19 tahun, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Merespons kondisi ini, DP3A Kukar bakal meluncurkan program inovatif bernama Gerakan Cegah Nikah Anak atau GenCAR, sebagai langkah preventif untuk menekan praktik perkawinan usia dini.

Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kukar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak, sekaligus menjawab target Indikator Kinerja Utama (IKU) DP3A terkait penurunan angka perkawinan anak.

“Jadi kita membuat inovasi Gerakan Cegah Nikah Anak atau GenCAR, jadi suatu gerakan yang masif dengan meliputi berbagai pihak atau multisektor yang secara pentahelix melalui sosialisasi, edukasi, kampanye publik, pendampingan, penguatan regulasi, sampai kepada pemberdayaan masyarakat,” jelas Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kukar, Nurul Fitriningsih.

Nurul menyebut, maraknya perkawinan anak dipicu oleh berbagai faktor seperti pergaulan bebas dan tekanan ekonomi. Dampaknya bukan hanya pada putusnya pendidikan, tetapi juga berisiko melahirkan generasi stunting akibat organ reproduksi yang belum matang pada anak perempuan.

Saat ini, program GenCAR sedang dalam tahap sosialisasi melalui berbagai platform, termasuk media massa dan radio lokal. Ke depan, DP3A Kukar akan membentuk Tim Gugus Tugas GenCAR dengan melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, sekolah, forum anak, hingga tokoh agama.

Tak hanya itu, peran desa dan kelurahan turut dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam edukasi masyarakat. Harapannya, gerakan ini bisa menjangkau langsung masyarakat hingga ke akar rumput.

“Harapannya nanti kalau gerakan ini berjalan bagus, ya bisa dilihatnya itu output-nya jangka panjang setelah setahun. Harapannya nanti angka pernikahan anak turun, terus dispensasi nikah juga menurun,” imbuh Nurul.

Jika tidak ada perubahan, peluncuran resmi program GenCAR direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2025, yang akan dipusatkan di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong. Sebagai tahap awal, kampanye akan dimulai dibeberapa sekolah-sekolah yang ada Kecamatan Tenggarong. (mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan