Komisi IV Akan Panggil Dinkes Bahas Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak
Kaltimpedia.com, Samarinda – Angka kematian ibu dan bayi di Kalimantan Timur menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) pada tahun 2022 yakni 73 kematian per tahun dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
Angka kematian terbanyak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara 24 kasus dan Samarinda 20 kasus, sementara di daerah lainnya di bawah 5 kasus.
Menurut Dinkes peristiwa meninggalnya ibu dan bayi disebabkan beberapa hal diantaranya karena terlambat dalam penanganan dan terlambat dalam diagnosa.
Menanggapi Hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor akan melakukan hearing dengan pihak terkait, dalam penangan kesehatan dan persalinan di Kota Samarinda.
“Kita akan panggil para pihak terkait, untuk melakukan hearing mengenai yang masalah ibu dan bayi. Artinya kita akan membahas persoalan bagaimana kita bisa meminimalisir kematian ibu dan bayi ini agar tidak semakin meningkat khususnya di Kota Samarinda,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Politisi Golkar Ini juga mengaitkan tentang mencegah stunting yang terjadi kepada anak-anak yang ada di Kota Samarinda. Karena, ia tidak ingin angka stunting ini juga meningkat seperti angka kematian ibu dan bayi.
“Ini Juga, jangan sampai ketika anak itu sudah lahir dengan normal, malah terkena stunting. Pertumbuhan anak kurang sehat, hanya karena kurang vitamin, tentu itu sangat sayang sekali. Anak-anak harus diperhatikan apalagi mereka generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (adv)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



