Disdikbud Kaltim Siapkan Kurikulum Nasional Plus
Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mulai mempercepat penerapan kurikulum nasional plus sebagai langkah menaikkan daya saing sekolah di daerah. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menegaskan bahwa kurikulum nasional tidak lagi cukup untuk menjawab kompetisi pendidikan modern.
Menurut Armin, kurikulum nasional plus bukan sekadar tambahan jam belajar, tetapi perubahan desain pembelajaran secara menyeluruh.
“Sekolah tidak lagi boleh hanya mengikuti standar nasional. Kita harus melampauinya. Minimal semua sekolah memenuhi standar pusat. Tapi sekolah-sekolah unggulan harus berada di atasnya,” tegas Armin (16/11/2025).
Dalam model baru ini, sekolah akan didorong menerapkan pembelajaran bilingual, riset project, serta budaya menulis sejak dini. Siswa diwajibkan menghasilkan karya ilmiah, esai mingguan, dan tugas berbasis riset.
“Di Jepang dan Australia, anak SD sudah dibiasakan menulis. Itu membentuk nalar berpikirnya. Kita ingin budaya itu tumbuh di Kaltim,” ujarnya.
Armin menambahkan, penerapan kurikulum nasional plus juga akan menjadi dasar penilaian kelayakan sekolah. Disdikbud Kaltim akan mengkategorikan sekolah dalam tiga grade: A, B, dan C.
Grade A: sekolah yang sudah sering mengirim juara nasional hingga internasional, grade B: sekolah berkembang, grade C: sekolah yang masih belum memenuhi standar minimal.
“Untuk sekolah grade C, kami fokus perbaikan sarpras, peningkatan kompetensi guru, dan pendampingan intensif. Karena ekosistem pendidikan harus tumbuh dari bawah,” tambah Armin.
Ia menyebut beberapa sekolah seperti SMA Suruh dan KPEC sudah membuktikan bahwa budaya menulis dan riset dapat menghasilkan prestasi nasional.
“Di FIKSI kemarin, lima dari finalis berasal dari Kaltim. Itu bukti budaya akademik mulai terbentuk,” katanya.
Disdikbud menargetkan seluruh sekolah di Kaltim sudah mengadopsi kurikulum nasional plus secara bertahap mulai 2026. “Ini lompatan besar. Tapi dengan visi Gubernur untuk percepatan daya saing, kita optimis bisa,” tutup Armin.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



