Kaltimpedia
Beranda Kutai Kartanegara Dorong Pemerataan Pembangunan, Kecamatan Tabang Fokus Benahi Infrastruktur Dasar

Dorong Pemerataan Pembangunan, Kecamatan Tabang Fokus Benahi Infrastruktur Dasar

Ilustrasi.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Terletak di wilayah paling hulu Kutai Kartanegara (Kukar), Kecamatan Tabang masih bergulat dengan minimnya infrastruktur dasar. Akses jalan yang belum layak dan terbatasnya jembatan penghubung membuat aktivitas warga di sejumlah desa terhambat, terutama dalam distribusi barang, layanan publik, dan mobilitas sehari-hari.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat mengungkapkan, persoalan infrastruktur menjadi kebutuhan paling mendesak di wilayahnya. Jalan penghubung antar desa hingga jembatan masih menjadi kendala utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maupun pelayanan dasar lainnya.

“Kalau bicara kebutuhan paling mendesak, ya infrastruktur jalan. Itu jadi fondasi utama untuk mendorong pembangunan sektor lain,” kata Rakhmadani.

Beberapa titik prioritas yang disuarakan ke Dinas Pekerjaan Umum Kukar antara lain akses Desa Umaq Bekuay menuju Bila Talang, serta ruas dari Umaq Tukung ke Tabang Lama.

Kemudian, pembangunan jembatan dengan bentang 75 meter di jalur tersebut dinilai dapat membuka isolasi dan memperlancar konektivitas antarwilayah. Sementara untuk jembatan yang menghubungkan Sidomulyo ke Umaq Bekuay, panjang bentang diperkirakan mencapai 120 meter.

“Ini harapan besar masyarakat Tabang. Mereka ingin merasakan pemerataan pembangunan, seperti warga di kecamatan lain. Akses jalan dan jembatan itu bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi soal membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” imbuhnya.

Minimnya infrastruktur juga memberi dampak besar bagi pelaku UMKM dan seniman lokal. Produk-produk kerajinan sulit dipasarkan ke luar kecamatan karena keterbatasan akses angkut. Hal ini dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi kreatif yang sebenarnya cukup potensial.

“Pasti ada kendala. Pertama, kembali lagi ke masalah infrastruktur,” katanya.

Meski begitu, Kecamatan Tabang terus berupaya membuka ruang bagi pelaku usaha dan budaya lokal. Dalam ajang Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 lalu, kecamatan ini menghadirkan para pengrajin dari Desa Buluq Sen yang menampilkan anyaman rotan khas daerah.

“Alhamdulillah, dalam HKG kemarin kami menampilkan kelompok pengrajin dari Desa Buluq Sen. Ibu-ibu di sana aktif membuat anyaman dari rotan, tutupnya. (adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan