Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur DPMPTSP: Realisasi Investasi Kaltim Tembus Rp70 T, Didominasi Energi Terbarukan

DPMPTSP: Realisasi Investasi Kaltim Tembus Rp70 T, Didominasi Energi Terbarukan

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kinerja investasi yang impresif. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Laksana, mengungkapkan bahwa realisasi investasi yang tercatat dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mencapai angka fantastis.

​”Yang tercatat ya dari BKPM itu 70,43 triliun. Dan itu sudah dirilis nih, ya. Tahun 2025,” jelas Fahmi Laksana (2/12/2025).

Angka realisasi investasi yang melampaui Rp70 triliun ini menjadi indikasi kuat kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Kaltim, terutama dalam menyambut perannya sebagai serambi Ibu Kota Nusantara (IKN).

​Fahmi Laksana menjelaskan bahwa salah satu upaya utama Kaltim dalam menarik investor asing adalah melalui diplomasi dan inisiatif sister province. Upaya ini terbukti efektif dalam menjaring minat serius dari luar negeri.

​”Salah satunya apa yang disampaikan Wagub tadi kan? Kita melakukan kunjungan ke luar negeri kan karena kita diundang kan. Karena kita sister province itu banyak pengusaha-pengusaha dari Tiongkok itu berminat,” ungkapnya.

Menurut Fahmi, minat ini sangat tinggi, bahkan para pengusaha dari Tiongkok tersebut sudah mulai berdatangan ke Kaltim untuk mencari dan meninjau langsung potensi-potensi yang bisa mereka kembangkan di daerah ini.

​”Memang yang, apa? Yang punya sedikit berambisi untuk meningkatkan investasi di Kaltim ini memang dari Tiongkok ya,” tegas Fahmi Laksana, menyoroti dominasi minat investasi dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

​Minat investasi yang masuk ke Kaltim menunjukkan pergeseran fokus ke arah sektor-sektor berkelanjutan, sejalan dengan tren global dan komitmen pemerintah terhadap ekonomi hijau.

Sektor yang paling diminati oleh para investor, khususnya dari Tiongkok, adalah Energi Terbarukan (EBT), terutama proyek-proyek yang berkaitan dengan listrik.

​Selain EBT, sektor non-tradisional lain yang juga menarik minat adalah peternakan ayam.

Kecenderungan ini menggarisbawahi upaya Kaltim untuk diversifikasi ekonomi, tidak lagi hanya bergantung pada sektor ekstraktif seperti batu bara dan migas, melainkan menuju sektor hijau dan pangan.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan