DPRD Kaltim Desak Penyelesaian Jalur Alternatif PT KPC, Prioritaskan Keselamatan Publik
Kaltimpedia.com, BALIKPAPAN — Komisi III DPRD Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah instansi dan pihak terkait, membahas persoalan penggunaan jalan nasional sebagai jalur crossing hauling batubara oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pertemuan berlangsung pada Selasa (29/4/2025) di Balikpapan.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, dan turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Sekretaris Komisi III Abdurrahman KA, serta anggota lainnya, termasuk Jahidin S, Arfan, Abdul Rahman Agus, Sugiyono, Baharuddin Muin, Sayid Muziburrachman, Syarifatul Sya’diah, Husin Djufri, dan Muhammad Samsun.
Hadir pula perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR-PERA, Dinas ESDM Kaltim, serta manajemen PT KPC.
Dalam forum tersebut, PT KPC memaparkan rencana pembangunan jalan alternatif sepanjang 12,7 kilometer sebagai solusi jangka panjang guna mengurangi ketergantungan pada jalan nasional yang saat ini kerap dipakai sebagai jalur hauling batubara. Perusahaan menyebut, proses lelang sudah selesai dan pembebasan lahan telah mencapai 99 persen. Hanya tinggal menunggu izin resmi dari pemerintah pusat terkait skema tukar guling aset jalan.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menegaskan bahwa dewan akan mengawal proses perizinan tersebut secara langsung hingga ke tingkat pusat agar proyek jalan alternatif bisa segera terealisasi.
“Kami tidak ingin masyarakat terus dirugikan karena aktivitas hauling yang bersinggungan langsung dengan jalan umum. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” tegas Abdulloh.
Menurutnya, keterlibatan aktif DPRD dalam pengawalan proses ini menjadi bukti bahwa kepentingan publik tidak bisa dikompromikan. Ia juga menilai bahwa dengan terbangunnya jalan alternatif, potensi konflik antara kebutuhan industri dan keselamatan warga dapat diminimalkan secara signifikan.
Abdulloh menambahkan bahwa pihaknya mengapresiasi komitmen PT KPC dalam menyediakan jalur khusus hauling, dan berharap semua pihak dapat bekerja sama agar proyek ini dapat rampung sesuai target.
“Kami akan pastikan tidak ada hambatan berarti. Ini soal keberlanjutan industri, tapi juga perlindungan bagi masyarakat luas,” tutupnya.
(DPRDKaltim/Adv)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



