DPRD Kaltim Kawal Keras Jalan Provinsi di Paser, Tak Mau Daerah Perbatasan Tersisih
Kaltimpedia.com, Samarinda – Di tengah upaya Kalimantan Timur mengejar target 100% jalan provinsi dalam kondisi mantap, Kabupaten Paser justru masih menghadapi kendala serius: delapan ruas jalan penting belum juga diakui sebagai jalan provinsi. Kondisi ini menjadi sorotan tajam Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Abdurrahman KA.
Saat ini, hanya dua ruas di Paser yang telah berstatus sebagai jalan provinsi, yakni Jalan Janju Kondong serta Jalan Lolo Bekoso – Sangkuriman – Tanah Periuk – Janju – Jeno – Pondong. Meskipun dalam kondisi relatif baik, keberadaan dua ruas itu dinilai belum cukup untuk mengangkat mobilitas dan konektivitas wilayah perbatasan yang strategis ini.
“Untuk saat ini, ruas-ruas jalan provinsi di Paser memang hampir seluruhnya sudah dalam kondisi mantap. Tapi itu baru dua ruas. Delapan lainnya masih belum diakui sebagai jalan provinsi,” ungkapnya.
Ketiadaan status provinsi membuat delapan ruas tersebut tak bisa didanai oleh APBD Provinsi, dan ini memperlambat proses pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Abdurrahman menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Paser sejatinya telah melayangkan usulan ke pemerintah pusat guna mendorong perubahan status jalan dari kabupaten menjadi provinsi. Namun, proses administratif yang panjang membuat realisasi itu belum kunjung terealisasi.
“Harapan kami, delapan ruas ini segera masuk dalam kewenangan provinsi. Baru setelah itu bisa dianggarkan dan diperbaiki kualitas jalannya,” tegasnya.
Meski begitu, Abdurrahman tetap memberikan apresiasi atas komitmen Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang menargetkan seluruh jalan provinsi berada dalam kondisi mantap. Ia mencatat, saat ini capaian tersebut sudah mendekati sempurna, dengan angka 99%.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak bersifat simbolik atau berskala kecil semata. Ia menegaskan bahwa Paser, sebagai daerah perbatasan dengan Kalimantan Selatan, memiliki posisi strategis dan layak mendapat perhatian lebih besar.
“Paser ini bukan sekadar pinggiran, tapi gerbang penting yang menghubungkan Kaltim dan Kalsel. Jangan sampai proyek yang masuk hanya tambal sulam. Harus ada pembangunan besar-besaran,” tutupnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



