Kaltimpedia
Beranda DPRD Kaltim Ekti Imanuel sebut Perbaikan Jalan Kubar-Mahulu Perlu di Maksimalkan

Ekti Imanuel sebut Perbaikan Jalan Kubar-Mahulu Perlu di Maksimalkan

Kaltimpedia.com, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menyoroti progres perbaikan jalan di Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) dalam lima tahun terakhir masih belum maksimal.

Ekti sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dirinya belum bisa memberikan angka pasti presentase kemajuan dari perbaikan jalan selama ini. Namun, ia menegaskan sudah ada peningkatan, meski belum mencapai hasil yang diharapkan.

Dirinya menyebutkan, salah satu hambatan utama adalah status jalan yang masih memerlukan kejelasan lebih lanjut terkait kewenangan pembiayaan dari tingkat provinsi, kabupaten, dan pusat.

“Kendalanya salah satunya kita harus luruskan dulu soal status jalan. Jalan yang statusnya non-status, artinya belum ditetapkan secara jelas, itu bisa dianggarkan oleh APBD provinsi, kabupaten, bahkan APBN. Namun, kalau jalan sudah berstatus nasional, maka hanya APBN yang bisa menganggarkan,” jelas Ekti.

Maka itu, dirinya menegaskan pentingnya sinergitas dengan para anggota DPR RI yang daerah pemilihan nya di Kalimantan Timur.

“Delapan anggota DPR RI dari Kaltim memiliki tanggung jawab besar dalam memperjuangkan anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur di daerah, termasuk jalan Kubar-Mahulu,” ujarnya.

Sebab, yang memilih mereka adalah masyarakat Kaltim. Untuk itu, kata dia, pentingnya sinergitas dari semua lembaga perwakilan rakyat.

“Yang memilih mereka adalah masyarakat Kaltim, jadi mereka juga punya tanggung jawab besar. Kita semua harus bersinergi, baik dari DPRD, DPR RI, hingga pemerintah provinsi dan kabupaten, untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan hanya di Kubar dan Mahulu, tapi di seluruh Kaltim,” tegas Ekti.

Ekti juga mengungkapkan bahwa jalan Kubar-Mahulu sangat strategis karena menjadi jalur utama transportasi darat untuk berbagai kebutuhan logistik, termasuk sembilan bahan pokok.

“Namun, selama ini, masyarakat masih mengandalkan transportasi sungai melalui Mahakam,” ucapnya.

Ekti menjelaskan, biaya distribusi bahan pokok melalui Sungai Mahakam sangat besar dibandingkan transportasi darat. Perbaikan jalan membantu menurunkan biaya operasional dan harga kebutuhan pokok di daerah.

“Tentu biaya transportasi juga akan jauh lebih hemat dibandingkan lewat sungai yang saat ini masih banyak digunakan. Ini sangat berdampak bagi masyarakat, terutama yang ada di pedalaman Mahakam Ulu,” pungkas dia. (adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan