Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur Hapus Ketergantungan Bantuan Beras, Kaltim Ubah Pemuda Mahulu Jadi Petani Modern

Hapus Ketergantungan Bantuan Beras, Kaltim Ubah Pemuda Mahulu Jadi Petani Modern

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah menggarisbawahi komitmen kuatnya untuk merealisasikan kemandirian pangan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melalui program modernisasi pertanian yang masif.

Program tahun 2026 ini akan difokuskan pada dua pilar utama: pembangunan infrastruktur sawah baru seluas 200 hektare dan, yang terpenting, regenerasi sumber daya manusia (SDM) petani.

​Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, menjelaskan bahwa pembangunan sawah baru bukan sekadar perluasan lahan tanam, tetapi upaya menciptakan SDM baru yang siap mengelola pertanian secara profesional dan berkelanjutan.

Yana menekankan bahwa fokus utama adalah mengubah pola lama Mahulu yang kerap mengandalkan bantuan cadangan beras provinsi ketika stok pangan menipis.

“Penyaluran beras cadangan hanya bisa dilakukan jika ada status tertentu yang ditetapkan bupati. Artinya Mahulu harus punya kekuatan produksi sendiri, dan itu butuh generasi petani baru,” jelas Yana (1/12/2025).

Untuk mencapai target ini, program 200 hektare sawah baru akan diintegrasikan dengan teknologi. Lahan tersebut akan dilengkapi dengan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern, termasuk handtractor, rice transplanter, combine harvester, hingga sistem irigasi yang lebih efisien.

Teknologi ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan ketergantungan pada tenaga kerja tradisional.

​”Kalau mau mandiri pangan, harus pakai teknologi. Kita tidak bisa lagi mengandalkan pola lama,” tegas Yana.

​Oleh karena itu, regenerasi petani menjadi prioritas tertinggi. Generasi muda Mahulu akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai pengoperasian alat pertanian, manajemen lahan, hingga teknik budidaya modern.

​“Anak-anak muda Mahulu akan kita latih khusus. Mereka nanti mengoperasikan alat pertanian modern yang disediakan pemerintah. Jadi kita bangun lahannya sekaligus SDM-nya,” ujar Yana.

Ia menambahkan bahwa proyek ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi ini merupakan proyek regenerasi petani,

Mengingat besarnya investasi yang dibutuhkan untuk modernisasi skala besar ini, Pemprov Kaltim secara proaktif mendorong pendanaan pusat. Program ini dipastikan sepenuhnya dibiayai oleh APBN.

Yana menjelaskan bahwa APBD Kaltim saat ini lebih banyak terserap dalam belanja rutin, sehingga kerja sama dengan pemerintah pusat menjadi kunci pembiayaan.

“Kita dorong pendanaan pusat untuk program-program strategis seperti ini,” ujarnya.

​Pemprov Kaltim juga memastikan kolaborasi lintas dinas yang efektif, meliputi sektor perdagangan, peternakan, hingga perikanan, di bawah koordinasi Asisten II. “Masalah pangan itu kerja bersama. Semua sektor bergerak” tutup Yana.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemprov Kaltim optimis Mahulu dapat segera menjadi wilayah yang memiliki sistem produksi pangan mandiri, kuat, dan berkelanjutan.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan