IKN Jadi Pusat Kader Ulama Indonesia Timur, Menag Serahkan 2 Ton Kurma untuk Warga Nusantara
NUSANTARA – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum “naik kelas” secara spiritual. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan tausiah di hadapan ribuan jemaah dalam rangkaian salat tarawih di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (20/2/2026) malam.
Bertepatan dengan malam 2 Ramadan 1447 Hijriah, Menag menekankan bahwa kualitas ibadah tidak boleh terjebak dalam rutinitas atau simbol semata, melainkan harus berlandaskan keikhlasan yang mendalam.
“Ramadan ini waktunya memperbaiki niat. Bukan hanya dalam salat dan puasa, tapi juga dalam bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin Umar dari atas mimbar.
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Nasaruddin memaparkan rencana strategis Kementerian Agama untuk menjadikan IKN sebagai pilar pendidikan keagamaan. Ia menggagas konsep “Masjid Kembar” yang menghubungkan Masjid Istiqlal di Jakarta dengan Masjid Negara di IKN.
Melalui program ini, kedua masjid akan terhubung dalam kajian keagamaan yang disiarkan secara langsung dan bergantian. Jemaah di IKN dapat mengikuti kajian di Jakarta secara daring, begitu pula sebaliknya.
“Apa yang dipelajari di Istiqlal bisa diakses di sini (IKN), begitu juga sebaliknya. Ini adalah bentuk integrasi syiar Islam di pusat pemerintahan,” jelas Menag.
Lebih lanjut, Menag mengungkapkan rencana pengembangan program Pendidikan Kader Ulama (PKU) di Kalimantan Timur. Berdasarkan skema yang disusun, untuk wilayah Indonesia Barat Pembinaan dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur Pembinaan akan dipusatkan di IKN.
Langkah ini diambil untuk memastikan IKN tidak hanya tumbuh sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang menampilkan wajah Islam yang toleran dan inklusif kepada dunia.
Simbol Harmoni dan Kepedulian
Nasaruddin menegaskan bahwa kehadiran kawasan rumah ibadah lintas agama yang dibangun berdampingan di IKN adalah bukti konkret harmoni di Indonesia. “IKN harus menjadi contoh nyata bagi dunia tentang bagaimana keberagaman dikelola dalam semangat persatuan,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan bagi jemaah dan masyarakat di kawasan IKN selama bulan suci, Menteri Agama juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa Mushaf Al-Qur’an dan 2 Ton Kurma untuk masyarakat dan pemangku kepentingan di IKN.
Penyerahan bantuan ini menutup rangkaian kegiatan malam kedua Ramadan di Nusantara, yang kini mulai berdenyut dengan aktivitas religius yang masif di tengah proses pembangunan infrastruktur nasional yang terus berjalan.(kp/mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



