Kukar Siapkan Program Rp100 Miliar per Kawasan, Fokus Perkuat Pertanian dan Perikanan Desa
Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tengah menyiapkan langkah besar untuk mendorong kemajuan kawasan perdesaan. Melalui program Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah mematangkan arah kebijakan pembangunan di lima kawasan prioritas dengan total nilai investasi mencapai Rp100 miliar per kawasan. Rencana ini akan dimasukkan ke dalam dokumen RPJMD Kukar 2026 agar pelaksanaannya dapat segera berjalan melalui APBD tahun depan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, fokus utama dari kebijakan tersebut adalah memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi perdesaan. Program ini tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
“Program ini tidak berdiri sendiri, tapi untuk mencapai output dan outcome yang nyata. Produktivitas petani harus naik, luas tanam meningkat, dan hasil tangkapan nelayan juga membaik,” kata Aulia usai menghadiri RKAPD Kukar 2026 di Pendopo Bupati Kukar baru-baru ini.
Penetapan lima kawasan perdesaan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2022, mencakup wilayah Sebulu–Muara Kaman, Tenggarong Seberang, Tenggarong–Loa Kulu, dan Marangkayu. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan pertanian terpadu yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
Namun, Aulia menyebut, implementasi program masih dalam tahap pematangan kebijakan. Pemerintah sedang mengkaji desain pelaksanaan agar selaras dengan arah pembangunan menengah daerah yang akan mulai berlaku pada 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto menambahkan, saat ini sedang menyiapkan mekanisme teknis pelaksanaan program. DPMD akan menjadi leading sector dalam penyusunan rencana kawasan, sementara tahap pelaksanaan akan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan bidang masing-masing.
“Pasti melibatkan OPD teknis lain sesuai dengan kegiatan-kegiatan yang ada di kawasan itu,” ucapnya.
Penggunaan anggaran Rp100 miliar per kawasan nantinya difokuskan pada infrastruktur penunjang, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan sektor pertanian dan perikanan. Prinsip utama program ini adalah memastikan seluruh kegiatan mampu memberikan dampak langsung bagi warga desa.
Meski masih dalam tahap kajian, Pemkab Kukar menargetkan desain akhir program rampung sebelum penyusunan APBD 2026. Arianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga agar bantuan stimulan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
“Teknisnya kami belum tahu, yang jelas kami akan mengawal bantuan stimulan 100 miliar itu,” pungkasnya. (adv)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



