Kaltimpedia
Beranda Nasional Lebih 150 Penyuluh Agama Buddha Doakan untuk Kedamaian dan Persatuan Bangsa

Lebih 150 Penyuluh Agama Buddha Doakan untuk Kedamaian dan Persatuan Bangsa

Keprihatinan Pergabi dituangkan dalam doa bersama.

JAKARTA – Lebih 150 Penyuluh Agama Buddha yang tergabung dalam Perhimpunan Penyuluh Agama Buddha Dhammaghosaka Indonesia Indonesia (PPABDI) melakukan Doa Bersama untuk Kedamaian dan Persatuan Bangsa. Kegiatan ini digelar secara daring, Senin (1/9/2025).

Doa bersama ini bertujuan untuk penguatan dan ketenangan batin bagi seluruh masyarakat Indonesia sehingga tidak terpengaruh dalam hal-hal yang buruk. Giat ini juga mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia agar terhindar dari perpecahan serta tercipta suasana aman dan damai.

Pelaksanaan doa dan pembacaan paritta suci dilakukan secara khusyuk dengan dua tradisi yakni doa dalam Tradisi Theravada dipimpin oleh Suwono, Penyuluh Agama Buddha Provinsi Jawa Timur, doa dalam Tradisi Mahayana dipimpin Wahyono, Penyuluh Agama Buddha Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum Perhimpunan Penyuluh Agama Buddha Dhammaghosaka Indonesia Indonesia (PPABDI) Sri Kuncoko Weni menyampaikan dalam kondisi dan situasi negara seperti saat ini (demo penyampaian aspirasi rakyat dan terjadinya anarkis), maka para penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menyatukan hati dan tekad untuk bergerak bersama demi keselamatan bangsa dan negara dengan bahasa agama.

Sri Kuncoko Weni berharap para penyuluh agama dengan aktif mengajak, mengingatkan, masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, bisa menyuarakan aspirasi dengan damai. “Banyak ruang untuk menyerukan ajakan penyampaian aspirasi dengan aksi damai, serta menjaga persatuan dan kesatuan melalui WAG, medsos atau akun-akun media masing-masing,” ujarnya.

Salain itu, kita semua bisa melakukan doa bersama secara online maupun offline, agar ketenangan, cinta kasih, dan welas asih dapat senantiasa menyertai bangsa kita. Dengan kebersamaan, doa, dan langkah nyata, kita harus yakin dapat menjaga keharmonisan serta memperkuat persatuan Indonesia,” lanjutnya.

Para penyuluh juga perlu meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas dilapangan tetap memberilan pelayanan yang ramah dan humanis, sekaligus menjadi cahaya kedamaian, memperkuat persatuan, dan menebarkan harapan bagi bangsa Indonesia tercinta.

PERGABI PRIHATIN

Ketua Umum PERGABI, Sukiman mengungkapkan rasa keprihatinan dengan kondisi kebangsaan saat ini. Menyikapi hal tersebut Perkumpulan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) menggelar Doa Bersama untuk Indonesia dengan mengetengahkan tema: Cinta Kasih untuk Negeri yang digelar secara daring dan luring pada Senin (1/9/2025).

Dalam laporannya Sukiman menilai bahwa perjumpaan batin di tengah suasana seperti saat ini menjadi sumber kekuatan yang menenteramkan. Menyikapi kondisi yang saat ini tengah terjadi, pihaknya mewakili Pergabi menyampaikan dukacita mendalam.

“Demonstrasi adalah bagian dari ekspresi untuk menyampaikan aspirasi, namun menurutnya kekerasan dan perilaku merusak tidak pernah menjadi jalan kebajikan.” kata Sukiman.

Disampaikannya, dalam ajaran Buddha, manusia diajak menapaki jalan cinta kasih, tanpa kekerasan, menahan diri dari ucapan atau tindakan yang melukai serta menjunjung tinggi martabat manusia.

Sukiman mengajak umat Buddha untuk mengarahkan doa dan meditasi kepada para korban beserta keluarga, agar memperoleh ketabahan. Bagi, para peserta aksi, aparat, tenaga kesehatan, jurnalis, dan relawan, ia mendoakan agar mereka senantiasa dalam perlindungan juga kebijaksanaan.

“Umat Buddha ayo lakukan langkah nyata yakni menjaga tutur kata yang menyejukkan, mengedepankan empati, menolong yang membutuhkan dan memelihara persaudaraan dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.” pungkas Sukiman.(biro hdi/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Join now
Komentar
Bagikan:

Iklan