Penjualan BBM Eceran Dinilai Membahayakan, DPRD Samarinda Dukung Penertiban Dilakukan

0 1,450

Kaltimpedia.com, Samarinda – Sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi di Samarinda terkait maraknya penjualan BBM Eceran di pinggir jalan, baik berupa botolan maupun sudah menggunakan mesin digital dengan tulisan pertamini.

Wacana penertiban para penjual BBM eceran oleh Pemkot Samarinda menuai respon dari berbagai pihak, salah satunya Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi menyebutkan bahwa dirinya mendukung adanya penertiban yang akan dilakukan oleh pemkot Samarinda.

“Kemarin saya mewakili Ketua DPRD Kota Samarinda hadir dalam rapat koordinasi di awal puasa. Saat itu salah satu agendanya mengevaluasi pejualan BBM. Jadi saya setuju jika ada wacana Pemkot mau menertibkan,” ujarnya pada (19/4/2022) dikutip dari klik samarinda.

Dukungan atas wacana penertiban beralasan pada keamanan yang rentan membahayakan serta belum adanya regulasi terkait penjual BBM eceran.

“Ada banyak Pertamini yang menjamur di pinggir jalan, banyak sekali. Padahal kita ketahui bahwa tingkat resikonya juga sangat tinggi, apalagi, jika mengingat kasus kebakaran yang terjadi akibat mesin Pertamini ini. Seperti yang terjadi pada 17 April 2022 yang menewaskan 7 orang akibat tabrakan kendaraan dengan ruko yang menjual bensin eceran di Jalan AW Syahranie Samarinda”, ungkapnya.

Pertamina bertanggung jawab atas pengelolaan hasil gas alam termasuk masalaha perizinan, sehingga dari hal tersebut subandi menyebutkan bahwa pertamima tidak mungkin menyuplai BBM eceran melainkan ada oknum yang menyuplainya.

“Nyatanya, kan jelas tidak ada pemasok. Sementara stok mereka itu ada terus. Pertanyaan saya, dari mana mereka dapat minyak? Tentu ada yang mensuplai atau mengantre bolak-balik ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU),” ujar Subandi.

Sebagai wakil rakyat subandi menghimbau agar semua kegiatas usaha harus berdasarkan aturan, walaupun sebenarnya dirinya dilema dengan keadaannya, tapi dirinya yakin usaha yang sehat berawal dari mengikuti peraturan yang ada.

“Kalau kami sebagai wakil rakyat di sisi lain ingin ekonomi rakyat bangkit dan berkembang. Tapi di sisi lain aturan juga tidak boleh dilanggar. Namun saran saya ketika masyarakat atau pedagang BBM pinggir jalan ditertibkan, mohon maaf lebih baik tetap dan harus mengikuti aturan. Sebab ini demi kebaikan dan keamanan kita bersama,” tutup Subandi. (Adv,fa)

Leave a comment