Serapan APBD Dinilai Rendah, Seno Aji Minta OPD Tidak Menunda Eksekusi Anggaran
Samarinda – Serapan APBD Kaltim tahun ini masih dinilai belum maksimal. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa prognosis penyerapan diperkirakan berada pada angka 94–95 persen, namun masih terdapat sejumlah OPD yang lambat mengeksekusi kegiatan, terutama OPD dengan alokasi anggaran besar.
Seno menegaskan evaluasi menyeluruh telah dilakukan. Pemerintah meminta OPD mulai menjalankan kegiatan sejak awal tahun. Proses tender maupun pengadaan berbasis e-catalog diminta tidak menunggu sampai triwulan pertengahan atau akhir.
“Pola menunda pekerjaan hingga akhir tahun selalu menjadi penyebab serapan anggaran tidak tercapai sesuai target,” katanya (20/11/2025).
Ia juga menyebut bahwa Pemprov kini melakukan pemantauan mingguan terhadap OPD yang masuk kategori merah. Pemantauan ini menjadi dasar untuk menentukan langkah percepatan, termasuk mengingatkan kepala OPD agar segera menyelesaikan pekerjaan fisik maupun administrasi sebelum tutup anggaran.
Di sisi lain, Seno Aji mengungkap bahwa Pemprov sedang mempertimbangkan mekanisme baru yang diadopsi dari Pemprov DKI Jakarta, yakni lelang akhir tahun untuk kegiatan anggaran tahun berikutnya.
“Pola ini memungkinkan proyek langsung berjalan pada awal tahun tanpa terhambat proses administrasi pengadaan,” bebernya.
Ia menyebut tender cepat sebenarnya sudah mulai diterapkan pada beberapa OPD, namun masih perlu diperluas agar menjadi standar.
“Percepatan serapan APBD bukan hanya soal teknis anggaran, tetapi berkaitan langsung dengan kecepatan pemerintah menghadirkan layanan publik dan proyek pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh OPD lebih proaktif dan tidak kembali mengulang pola klasik yang membuat serapan anggaran menumpuk di penghujung tahun.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



