Tiga Hari Menahan Sakit di Pos Polisi, Lansia Korban Tabrak Lari di Samarinda Akhirnya Dievakuasi
SAMARINDA – Seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Marlidin (85), ditemukan terbaring lemas dalam kondisi memprihatinkan di Pos Polisi Simpang Empat Voorvo, Jalan Letjend Suprapto, Kecamatan Samarinda Ulu. Kakek asal Bangkalan, Madura tersebut diduga menjadi korban tabrak lari dan telah menahan sakit selama tiga hari tanpa penanganan medis.
Kondisi pilu ini terungkap setelah seorang warga, Rahmat Darmawan, mengirimkan laporan melalui pesan singkat WhatsApp kepada relawan Ambulans Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) Peduli, Minggu (1/3/2026) malam pukul 23.00 WITA.
Relawan PWI Kaltim Peduli, Munanto, menjelaskan bahwa pihaknya segera bergerak menuju lokasi yang berada tepat di seberang Mal Lembuswana tersebut begitu menerima informasi.
“Saat kami sampai, kami mendapati korban terbaring di lantai pos polisi tanpa alas apa pun. Kondisinya hanya bisa tiduran dan sama sekali tidak bisa bangun,” ujar Munanto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan Lina, seorang penjual tisu di simpang tersebut, Marlidin sebenarnya sudah cukup lama tinggal di pos polisi itu. Namun, kondisinya memburuk setelah dihantam sepeda motor sekitar tiga hari yang lalu.
“Habis ditabrak motor, awalnya masih bisa jalan meski susah. Tapi sekarang sama sekali tidak bisa duduk, katanya bagian pinggulnya sakit sekali,” ungkap Lina.
Selama terbaring sakit di tengah bulan Ramadan, Marlidin bertahan hidup berkat belas kasih warga. Lina menyebut sering mengantarkan makanan sedekah dari Masjid Al-Ma’ruf atau pemberian orang lewat agar sang kakek tetap bisa makan seadanya.
EVAKUASI KE RSUD AW SJAHRANIE
Proses evakuasi sempat direncanakan menuju Rumah Singgah Biru di Mugirejo setelah mendapat lampu hijau dari pengelola, H. Suriansyah. Namun, melihat kondisi fisik korban yang sangat rentan, rencana tersebut dialihkan.
“Begitu diangkat, beliau terlihat sangat kesakitan. Akhirnya kami putuskan untuk mendahulukan penanganan medis,” tambah Munanto.
Setelah berkonsultasi dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Samarinda Ulu, relawan akhirnya mengevakuasi Marlidin ke IGD RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda menggunakan ambulans PWI Kaltim Peduli.
Hingga berita ini diturunkan, Marlidin tengah mendapatkan perawatan intensif. Kendala administratif sempat muncul karena pria berusia 85 tahun tersebut mengaku tidak pernah memiliki KTP sepanjang hidupnya, namun berkat bantuan tim di IGD RSUD AWS penanganan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama, sambil menunggu koordinasi pihak PSM yang membantu proses administrasinya.(mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



