7.500 Seragam Gratis Didistribusikan, Disdikbud Kaltim: Distribusi Bertahap Baru Samarinda-Balikpapan
Samarinda – Distribusi seragam gratis melalui Program Gratispol, bagi siswa baru SMA/SMK sederajat di Kalimantan Timur menemui tantangan di tahap produksi dan lelang, meskipun program ini telah menunjukkan kemajuan signifikan di beberapa wilayah.
Hingga saat ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengonfirmasi bahwa penyaluran seragam baru telah menjangkau ribuan siswa, namun prosesnya dilakukan secara bertahap.
Pihak Disdikbud Kaltim berkomitmen untuk menyelesaikan distribusi ini sambil memastikan kualitas seragam yang diterima siswa terjaga mutunya.
Rahmat Ramadhan menjelaskan bahwa proses distribusi telah dimulai sejak beberapa hari lalu dan menjangkau sekitar 7.500 siswa di tahap awal. Fokus utama penyaluran perdana ini adalah wilayah yang memiliki kuota besar dan akses terdekat.
”Tiga, empat hari yang lalu itu sudah sekitar, 7.500 mungkin ya. Tapi untuk wilayah Samarinda Balikpapan dulu. Iya, nanti akan menyusul beberapa kabupaten/kota lainnya, bertahap,” ungkap Rahmat (4/12/2025).
Ia merinci bahwa pemilihan Samarinda dan Balikpapan sebagai wilayah prioritas didasarkan pada perhitungan kuota yang telah ditetapkan. Program ini mencakup sekolah negeri maupun swasta di kedua kota tersebut, memastikan pemerataan bantuan seragam.
“Memang utamanya memang yang paling dekat dulu, biar bisa kebetulan memang di Samarinda sesuai dengan jumlah kuotanya. Jumlah kuotanya masuk di Samarinda. Itu negeri swasta, ya. Negeri swasta Samarinda,” jelasnya.
Meski demikian, Rahmat mengakui bahwa penyaluran seragam untuk wilayah Samarinda dan Balikpapan belum rampung sepenuhnya, masih menyisakan sedikit kekurangan. Ia tidak menampik adanya kendala dalam proses pengadaan. “Kurang sedikit lagi, memang kurang sedikit lagi,” katanya.
Mengenai kendala yang dihadapi, ia menjelaskan bahwa tantangan utama bersumber dari segi produksi dan administrasi anggaran.
“Produksi kita juga kemarin kan di anggaran melalui pergeseran ya, waktu itu. Kemudian lelang, lelangnya juga waktu itu masih ada kendala bertahap, karena memang kalau pakaian ini kan agak spesifik ya. Jadi kita menjamin mutunya, insyaallah dicapai mutunya,” papar Rahmat.
Dirinya menekankan bahwa kendala lelang dan produksi harus dihadapi demi menjaga standar kualitas seragam.
Menyoroti asal usul seragam, Rahmat Ramadhan menjelaskan adanya perbedaan kebijakan antara pengadaan saat ini dan rencana ke depan.
Untuk pengadaan tahun ini, seragam terpaksa diambil dari luar daerah Kaltim karena anggaran yang digunakan merupakan anggaran yang diproses pada tahun sebelumnya. Namun, Disdikbud Kaltim memiliki visi yang jelas untuk pengadaan seragam di masa mendatang.
”Pelaksanaannya ke depannya dari lokal. Tentu kalau dari lokal, speknya juga harus sama lah ibaratnya. Bagaimana jahitnya, apa semua, sama,” tegas Rahmat.
Dirinya mengatakan komitmen Pemprov untuk memberdayakan penjahit lokal dengan syarat mampu memenuhi spesifikasi dan kualitas standar yang telah ditetapkan.
Rahmat juga menegaskan bahwa pengadaan seragam tahun ini secara spesifik ditujukan bagi siswa baru.
“Pengadaan seragam gratis ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk angkatan siswa baru berikutnya, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban orang tua di sektor pendidikan,” pungkasnya.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



