Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur Kunci Sukses MBG: Investor Ditargetkan Kelola SPPG di Daerah Terpencil

Kunci Sukses MBG: Investor Ditargetkan Kelola SPPG di Daerah Terpencil

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, mendorong sektor swasta untuk berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya ini difokuskan pada penyederhanaan regulasi dan penarikan investor untuk segera mengelola 230 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang krusial bagi pemerataan gizi siswa di daerah.

​Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana, menegaskan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kecepatan operasionalisasi SPPG. Percepatan ini wajib dilakukan untuk memastikan distribusi gizi yang merata dapat segera dinikmati oleh anak sekolah, termasuk di wilayah terpencil.

​“Kami menargetkan percepatan pembangunan, penyederhanaan proses pendaftaran bagi calon investor, sosialisasi yang masif, serta pembentukan posko satuan tugas (satgas) di daerah sebagai kunci utama untuk mencapai tujuan pemerataan gizi ini,” ungkap Yana (28/11/2025).

​Yana memaparkan data kesenjangan yang menunjukkan urgensi investasi. Dari total 248 SPPG yang berlokasi di daerah terpencil, baru 18 lokasi yang berhasil menarik pengelola swasta.

​“Kesenjangan ini meninggalkan tantangan besar di depan kita. Akibatnya, sebanyak 230 SPPG lainnya saat ini dipastikan masih menantikan calon pengelola yang mau berinvestasi dan berkontribusi pada program mulia ini,” tambah Yana.

​Peran investor sangat sentral dalam operasionalisasi MBG. Dengan adanya pengelola SPPG, rantai pasok dan penyediaan makanan bergizi dapat dilakukan dengan standar kualitas dan kuantitas yang memadai.

Kehadiran pihak swasta juga diharapkan dapat memobilisasi sumber daya lokal dan meningkatkan efisiensi distribusi, yang sangat sulit dilakukan jika hanya mengandalkan sumber daya pemerintah.

​DPTPH Kaltim meyakini bahwa keterlibatan investor akan mempercepat implementasi MBG secara skala penuh, efektif, dan berkelanjutan.

​“Kami meyakini bahwa dengan masuknya investor, program MBG bisa segera diimplementasikan dengan skala penuh dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Kesejahteraan gizi masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Yana.

​Pemprov Kaltim secara khusus mengajak sektor swasta, terutama investor di bidang pangan dan katering, untuk segera mengambil bagian dalam peluang investasi ini.

​”Partisipasi para investor nantinya bukan hanya sekadar bisnis, melainkan kontribusi langsung dalam membentuk masa depan sumber daya manusia Kaltim yang lebih sehat dan cerdas,” pungkas Yana.

​Langkah penyederhanaan regulasi dan pembentukan Satgas merupakan komitmen Pemprov Kaltim dalam menciptakan iklim yang memudahkan investasi demi suksesnya program strategis nasional ini.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan