Kaltimpedia
Beranda kukar Aulia-Rendi Komitmen Lanjutkan Perhatian untuk Anak Disabilitas dan Pemuda Bakungan

Aulia-Rendi Komitmen Lanjutkan Perhatian untuk Anak Disabilitas dan Pemuda Bakungan

Kaltimpedia.com, Kukar – Jika tak ada keputusan Mahkamah Konstitusi, warga Desa Bakungan seharusnya kini tengah bersyukur, mengenang kemenangan 2.982 suara yang diraih Rendi Solihin bersama Edi Damansyah di Pilkada 2024 lalu. Namun realitas berkata lain—Pemungutan Suara Ulang (PSU) harus digelar 19 April 2025. Dan Rendi pun kembali hadir, kini bersama sosok baru yang sesungguhnya bukan orang asing: dr. Aulia Rahman Basri.

“Harusnya kita sudah syukuran hari ini,” ucap Rendi dengan suara lirih namun mantap, saat menyapa ratusan warga yang berkumpul di lapangan terbuka Desa Bakungan, Sabtu sore. “Tapi saya hormati keputusan Mahkamah Konstitusi. Sekarang saya maju bersama dr. Aulia—sahabat saya, orang yang juga kenal dekat dengan Pak Edi Damansyah,” lanjutnya.

Mengulang, Bahkan Melebihi
Bakungan bukan desa biasa bagi Rendi. Di sinilah, pada 27 November 2024 lalu, ia dan Edi memperoleh suara terbanyak: 2.982 suara. Bukan angka kecil, bahkan menjadi salah satu sumbangsih suara tertinggi di kecamatan Loa Janan.
Kini, Rendi ingin mengulang itu—atau lebih jauh, melampauinya.
“Kalau dulu 2.982 suara, target kita sekarang minimal sama, kalau bisa lebih,” tegasnya. “Saya percaya, warga Bakungan masih percaya pada perjuangan ini. Kita lanjutkan bersama.”

Suara Warga: Dari Salawat Hingga Harapan
Di antara warga yang hadir, ada sosok Wati, Ketua Pemuda Islam RT 9 Bakungan. Ia bersyukur atas dukungan yang selama ini diberikan Rendi terhadap kegiatan rutin kampung, termasuk acara tahunan Bakungan Bersalawat.
Namun, Ibu Wati juga menyuarakan suara yang belum banyak terdengar: kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di desa mereka.

“Di Bakungan, banyak anak autis, anak-anak dengan kebutuhan khusus. Tapi keluarga mereka banyak yang ekonomi lemah. Kami butuh solusi, Pak Rendi. Kami ingin mereka juga diperhatikan,” ujarnya haru.

Rendi mengangguk penuh empati. Ia berjanji memasukkan nama-nama anak dengan disabilitas ke dalam daftar penerima bantuan sosial, termasuk alat bantu dengar, tongkat bantu jalan, dan lainnya. “Setiap tahun, kami bantu ratusan anak seperti mereka. Tapi terlebih dulu masukkan nama dan terdaftar,” katanya.

Keluhan lain datang dari Abdullah, pemuda yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan olahraga di kampung. “Kami kalau mau main futsal harus bayar, padahal main di kampung sendiri,” keluhnya.

Rendi pun menjanjikan solusi. Ia akan berkoordinasi dengan kepala desa untuk mengaktifkan kembali lapangan sepak bola desa sebagai fasilitas olahraga gratis bagi pemuda Bakungan.

Memenangkan Harapan, Menyambung Syukuran
Kampanye itu ditutup dengan harapan yang tak kalah kuat dari teriakan yel-yel kemenangan. Warga ingin kembali merayakan. Warga ingin kembali syukuran.
“Yang kalian berikan bukan cuma suara. Tapi kepercayaan, cinta, dan semangat. Saya akan bawa itu sampai akhir,” ucap Rendi, mengakhiri pidatonya dengan tangan terkepal.

Dan di langit Bakungan yang begitu cerah, warga pulang membawa harapan baru—bahwa pada 19 April nanti, kemenangan akan kembali mereka hadirkan. Bukan hanya untuk Rendi, tapi untuk masa depan kampung mereka sendiri. (kp)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan