Balitbangda Kukar Teliti Pohon Beracun Untuk Bahan Pestisida Alternatif

0 2,432

Kaltimpedia.com, Tenggarong — Potensi kekayaan hayati di Kutai Kartanegara (Kukar) sangatlah melimpah, salah satunya adalah pohon upas atau pohon beracun. Diketahui pohon ini banyak berada di Kecamatan Tabang yang terletak di Desa Ritan.

Keberadaan pohon ini pun membuat Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kukar melakukan kajian agar pohon ini dapat dijadikan pestisida alternative. Balitbangda menggandeng akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda.

“Kekayaan hayati yang kita miliki harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya, salah satunya dengan melakukan penelitian pada pohon beracun Upas,” ujar Kepala Balitbangda Kukar Didi Ramyadi, Senin (8/11/2021).

Menurut Didi, pohon upas beracun tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alternatif dengan pendahuluan dilakukan kajian secara mendalam. Sekaligus pengembangan tanaman pohon upas untuk diinventarisir keberadaannya.

“Setelah itu akan dilakukan pengelompokan karakterisasi untuk memudahkan pengkajian yang dilakukan tim peneliti dari fakultas pertanian Unmul,” tuturnya.

Pihaknya telah melakukan observasi dan pengumpulan data dengan mencatat informasi serta mengamati langsung di lokasi penelitian. Baik kondisi tanaman, seperti bentuk, karakter daun, akar, batang kulit, getah, bunga, dan sebagainya.

“Sehingga nantinya apakah benar-benar dapat dikembangkan menjadi bahan pestisida alternatif yang bernilai ekonomis,” tambah Didi.

Sementara itu, Kasubbid Pengembangan Iptek Daerah Balitbangda Kukar Muhammad Anang Taviv Noor menyebutkan hasil penelitian terhadap pohon upas akan ditindaklanjuti dengan seminar hasil pada 9 Desember 2021 mendatang.

“Menghadirkan narasumber dari Fakultas Pertanian Unmul Samarinda yaitu Dr Ir Tjajuk Subiono MP dan Dr Ir Sadarudin MP, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya,” jelasnya. (Dha/Adv)

Leave a comment