Kaltimpedia
Beranda Sangatta Hanya Punya Satu Dokter Spesialis Kebidanan, RSUD Kudungga Kutai Timur Hadapi Kendala Layanan

Hanya Punya Satu Dokter Spesialis Kebidanan, RSUD Kudungga Kutai Timur Hadapi Kendala Layanan

RSUD Kudungga di Sangatta kabupaten Kutai Timur.

SANGATTA – Layanan kebidanan di salah satu rumah sakit merupakan layanan primer kesehatan yang diberikan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak sebagai penyambung generasi penerus sehingga ketersediaan dokter spesialis kebidanan atau obstetri dan ginekologi (Obgyn) sangat vital untuk melakukan pemeriksaan, perawatan, dan tindakan medis untuk kesehatan reproduksi wanita.

Selain itu dokter spesialis kandungan juga sangat dibutuhkan dalam pemeriksaan fisik organ reproduksi, seperti panggul, vagina, leher rahim, dan payudara, serta juga melakukan pemeriksaan penunjang, seperti USG rahim dan USG transvaginal
Pemeriksaan infeksi menular seksual, dan pemeriksaan darah

Sangat vitalnya fungsi dokter spesialis kandungan ini akan menjadi kendala manakala ketersediaan tenaganya minim, seperti yang dialami Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur di Sangatta sebagai rumah sakit rujukan tingkat daerah

Keterbatasan ketersediaan tenaga dokter spesialis kandungan ini diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutai Timur, dr. Muhammad Yusuf.

Kepala RSUD Kudungga dr. Muhammad Yusuf.

Padahal RSUD Kudungga merupakan rumah sakit kelas B yang secara ideal terdapat tujuh dokter spesialis yang wajib tersedia di rumah sakit. Empat di antaranya merupakan spesialis dasar, yaitu spesialis anak, kebidanan, penyakit dalam, dan bedah. Sementara tiga lainnya merupakan spesialis penunjang, yakni anestesi, patologi klinik (dokter laboratorium), dan radiologi.

“Ketujuh spesialis ini menjadi fondasi utama dalam mendukung layanan kesehatan di rumah sakit. Kuncinya ada di tenaga spesialis. Kalau sudah tersedia, maka kebutuhan tenaga lainnya akan mengikuti,” jelas dr. Muhammad Yusuf di ruang kerjanya RSUD Kudungga Sangatta, Kamis (17/4/2025).

Yusuf menjelaskan, tanpa dokter laboratorium dan radiologi, empat spesialis dasar itu tidak bisa menegakkan diagnosis dengan tepat. Karena itu, keberadaan tujuh spesialis tersebut sangat krusial.

Meski RSUD Kudungga termasuk rumah sakit dengan jumlah spesialis terbanyak di Kalimantan Timur, namun dari sisi kuantitas, masing-masing bidang spesialis masih kekurangan tenaga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bidang kebidanan, yang saat ini hanya memiliki satu dokter spesialis.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Hanya satu dokter kebidanan tentu menyulitkan, apalagi ini termasuk spesialis dasar dengan kasus yang cukup tinggi dan sering kali bersifat darurat. Jika dokter tersebut cuti atau mengikuti kegiatan di luar, layanan otomatis tutup,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kekurangan ini, RSUD Kudungga tengah mengupayakan beberapa solusi, antara lain melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) dari Kementerian Kesehatan.

“Rumah sakit juga membuka opsi kontrak langsung dengan dokter spesialis jika memungkinkan.” ungkapnya.

Terkait yang baru dilaksanakan,

Dalam penerimaan pegawai tahun lalu yang telah dilantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dr. Yusuf menyebut RSUD Kudungga mendapat tambahan 68 tenaga baru.

“Ada 68 tenaga baru dari berbagai bidang, tapi tidak ada tambahan dokter spesialis kandungan, mayoritas merupakan tenaga keperawatan, serta beberapa tenaga administrasi dan teknis lainnya, termasuk dua dokter. Kita berharap semoga di Gelombang kedua nanti pada Oktober, akan ada tambahan tiga orang lagi, semoga ada dokter spesialis kandungan,” pungkasnya penuh harap.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan