Kaltimpedia
Beranda Nasional Jalan Poros Hulu Kukar Kerap Rusak, Legislator Usul Gunakan Konstruksi Tahan Banjir

Jalan Poros Hulu Kukar Kerap Rusak, Legislator Usul Gunakan Konstruksi Tahan Banjir

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan. (ist)

Kaltimpedia.com, Samarinda – Infrastruktur jalan di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mendapat sorotan tajam. Firnadi Ikhsan, anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi PKS, menilai kerusakan yang terus berulang akibat banjir musiman memerlukan solusi jangka panjang melalui pendekatan teknis yang lebih tepat guna.

Menurut Firnadi, metode pembangunan konvensional tak lagi cocok diterapkan di kawasan rawa dan tepi sungai yang rentan tergenang. Ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penggunaan teknologi konstruksi seperti pile slab atau jalan layang yang lebih tahan terhadap tekanan air dan perubahan kontur tanah.

“Wilayah dengan karakteristik lahan basah seperti ini tidak bisa disamakan dengan dataran tinggi. Dibutuhkan konstruksi khusus yang bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan, bukan sekadar menambal kerusakan lama,” jelas Firnadi saat diwawancarai, Rabu (11/6/2025).

Jalur penghubung dari Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, menuju desa-desa pedalaman Kukar hingga ke Kutai Barat sering kali tidak bisa dilalui saat musim hujan tiba. Banjir menyebabkan genangan tinggi yang menggerus badan jalan, mengakibatkan akses transportasi warga terganggu.

“Begitu air sungai naik, jalan langsung rusak. Padahal jalur ini vital untuk distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Firnadi tak menampik bahwa pembangunan dengan sistem pile slab memerlukan biaya yang lebih besar di awal. Namun, ia menilai pendekatan ini lebih ekonomis dalam jangka panjang, karena bisa mengurangi biaya perbaikan yang terus berulang setiap tahun.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat, untuk mewujudkan pembangunan jalan berstandar tinggi di kawasan hulu yang selama ini kerap tertinggal.

“Infrastruktur di hulu harus diprioritaskan, karena menyangkut konektivitas dan kesejahteraan warga. Jangan biarkan masyarakat terisolasi setiap kali musim banjir datang,” pungkas Firnadi.
(DPRDKaltim/Adv/AH)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan