Keterbatasan Vaksin di Kaltim- kalau Vaksin nya tidak ada, apa yang mau kita vaksinkan?

0 1,338

Kaltimpedia.com – Lonjakan angka positif covid 19 di Kaltim nampaknya masih menjadi yang tertinggi se-Indonesia, pemberlakuan PPKM Level 4 juga sudah dilaksanakan akan tetapi belum mampu menekan angaka penurunan covid-19, vaksin yang menjadi harapan warga kaltim kondisinya masih langka dan belum ampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur.

Serba serbi permasalahan covid memang tak kunjung usai, yang masih menjadi trend saat adalah ketersediaan vaksin di Kaltim masih kurang, sehingga hal ini menjadi sebuah buah simalakama dimana banyak yang mensosialisakan vaksin kemudian banyak masyarakat yang sudah siap menerima vaksin akan tetapi ketersediaan masih sangat minim.

Hal ini juga diungkapkan politisi partai PDI Perjuangan Muhammad Samsun saat dimintai pendapat soal vaksin di Kaltim.

“Regulasi untuk pengadaan vaksin setau saya itu hanya boleh diadakan kementrian kesehatan, dengan vendor yang sudah ditunjuk, dan pengadaannya hanya boleh menggunakan APBN dan pihak yang tidak mengikat”. Ungkap Samsun dalam sebuah rilis.

“Dalam aturan itu sumber pendanaan tidak mengizinkan mengunakan APBD, Nah ini jadi masalah, ditengah keterbatasan vaksin, kita hanya bergantung kepada pemerintah pusat untuk pengadaan vaksin”. Lanjutnya.

Samsun juga mengatakan bahwasannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat ini adalah vaksin untuk menagkal dan menekan angka penularan covid-19.

“Karena salah satu cara untuk bertahan dari Covid ini adalah meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat kita, iya dengan cara vaksin”. Pungkas Samsun.

Politisi berpartai logo banteng sekaligus wakil ketua DPRD Provinsi Kaltim Samsun juga menyebutkan berbagai permasalahan saat ini yang di hadapi pemerintah daerah terkait masalah vaksin.

“Apa kendala Pemerintah daerah genjot vaksinasi? Apa kendala Kaltim, sehingga terlihat sulit melobi pusat? Makanya saya berharap supaya semua forkopimda untuk duduk bareng ini biar bicarakan itu, karena mungkin selama ini, Gubernur sudah meminta, berkali-kali bahkan mungkin, tapi kenyataannya sampai hari ini belum maksimal”. Pungkas Samsun.

Dalam hal ini samsun berharap kita semua bisa saling gotong royong untuk menyelesaikan permasalahan vaksin ini, terutama para pemegang kebijakan.

“Olehnya itu kan tidak ada salahnya melibatkan unsur forkopimda yang lain, ada Polda, pangdam, kajati, ada DPR dan lainya dan kita tidak masimalkam untuk gotong royong mencari solusi supaya vaksin ini bisa lebih besar alokasinya”. Jelas Samsun

“Makanya usul saya beri kewenangan daerah untuk pengadaan vaksin, supaya ada percepatan. Kalau semua dibebankan pada pemerintah pusat, iya hari ini seperti ini kondisinya, lambat di Kaltim”. Tutup Samsun

Leave a comment