Kaltimpedia
Beranda Nasional Krisis Air Bersih Masih Membayangi, Afif Rayhan Minta Warga Sabar dan Dukung Reformasi PDAM

Krisis Air Bersih Masih Membayangi, Afif Rayhan Minta Warga Sabar dan Dukung Reformasi PDAM

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun. (Ist)

Kaltimpedia.com, Samarinda – Masalah Klasik, Krisis air bersih kembali mencuat sebagai keluhan utama warga Samarinda. Persoalan ini kembali menjadi perhatian publik, terutama saat Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menyampaikan bahwa isu tersebut hampir selalu muncul dalam setiap kunjungan kerjanya.

“Hampir di setiap reses, masyarakat menyampaikan persoalan yang sama: air bersih. Ini bukan hal baru, dan sudah lama menjadi perhatian saya sejak masih di DPRD Kota,” ujarnya.

Meski mengakui bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya teratasi, Afif mengapresiasi langkah-langkah perbaikan yang dilakukan oleh Perumda Air Minum (PDAM) Samarinda. Ia menilai, secara bertahap, pelayanan air bersih terus menunjukkan progres positif.

“PDAM memang belum sempurna, tapi kita lihat ada perkembangan. Masyarakat juga perlu bersabar, karena perbaikan seperti ini memang butuh waktu,” ucap politisi muda dari daerah pemilihan Samarinda tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kota Samarinda juga telah mengklaim adanya peningkatan cakupan layanan air bersih hingga 78 persen. Namun, tantangan masih besar, mengingat masih ada sekitar 22 persen wilayah yang belum terlayani.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebelumnya menjelaskan bahwa dibutuhkan anggaran hingga Rp2 triliun untuk mencapai cakupan layanan 100 persen. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar, tak hanya bagi PDAM, tetapi juga legislatif.

“Cita-cita kita jelas: air bersih harus bisa diakses seluruh warga. Ini adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar,” tegas Afif.

Selain mendorong ekspansi layanan, Afif juga menyoroti langkah Wali Kota dalam menata ulang manajemen PDAM melalui kebijakan moratorium penerimaan pegawai baru. Ia menilai kebijakan ini sebagai sinyal reformasi internal yang patut diapresiasi.

“Langkah tersebut menunjukkan keberanian untuk membersihkan PDAM dari praktik-praktik lama, seperti pegawai titipan yang merusak profesionalisme. Kita perlu mendukung upaya ini demi pelayanan yang lebih baik,” tandasnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan