Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur Lilik Farida: Tujuh SLB Samarinda Bersinergi Lawan Stigma dengan Role Model Alumni Sukses

Lilik Farida: Tujuh SLB Samarinda Bersinergi Lawan Stigma dengan Role Model Alumni Sukses

Samarinda – Stigma negatif terhadap penyandang disabilitas yang masih samar-samar di masyarakat menjadi tantangan utama yang direspons secara kolektif oleh komunitas pendidikan luar biasa di Samarinda.

Menghadapi isu ini, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Luar Biasa (SLB) di Samarinda mencapai kesepakatan strategis untuk menyatukan visi dalam membangun karakter siswa yang mandiri dan percaya diri.

Implementasinya diwujudkan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang terpusat, dengan menghadirkan alumni SLB yang telah mapan secara ekonomi dan berdaya dalam masyarakat.

Kepala SLBN Pembina Kaltim, Lilik Farida, menjelaskan bahwa kegiatan yang mengundang alumni mandiri dan berdaya secara finansial tersebut merupakan hasil kesepakatan kolektif.

Sebanyak tujuh sekolah, yang terdiri atas dua sekolah negeri dan lima sekolah swasta di Kota Samarinda, sepakat melebur menjadi satu untuk menggelar kegiatan terpusat yang diharapkan memiliki dampak yang lebih besar dan terstruktur.

​”Kegiatan dengan menghadirkan alumni SLB yang mandiri dan berdaya secara ekonomi merupakan hasil kesepakatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk menyatukan visi dalam membangun karakter siswa,” ungkap Lilik (4/12/2025).

Dirinya menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini adalah langkah maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif.

Lilik menekankan bahwa tema yang diusung dalam peringatan tahun ini, yaitu “Saya Hebat, Kamu Hebat, Kita Semua Istimewa,” sengaja dipilih dengan menggunakan diksi yang sederhana dan mudah dicerna.

Tujuannya adalah agar pesan mendasar tentang potensi diri ini dapat meresap ke dalam pemikiran anak-anak didik secara efektif.

​”Pihak sekolah ingin menanamkan pola pikir bahwa setiap siswa memiliki potensi luar biasa yang layak digali dan diperjuangkan oleh semua pihak,” katanya.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya mengajarkan kurikulum, tetapi juga menanamkan kepercayaan diri dan pandangan positif terhadap masa depan.

Lebih lanjut, Lilik Farida menjelaskan bahwa rangkaian acara yang digelar tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai metode edukasi praktis yang bertujuan melatih kepercayaan diri siswa untuk tampil di hadapan publik.

Berbagai penampilan, mulai dari pentas seni, pelepasan balon, hingga flashmob bersama, menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan minat seni mereka tanpa merasa takut atau malu di tengah keterbatasan yang dimiliki.

​”Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui kegiatan terbuka seperti ini agar stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dapat terkikis secara perlahan,” pesan Lilik.

Dia menegaskan bahwa acara ini sekaligus berfungsi sebagai media kampanye publik.

​MKKS SLB Samarinda berharap penyatuan visi dan kegiatan terpusat ini dapat menjadi model bagi wilayah lain.

Dengan menunjukkan bukti nyata kemandirian para alumni, sekolah-sekolah ini berharap dapat meyakinkan orang tua dan masyarakat bahwa investasi dalam pendidikan luar biasa adalah investasi yang menjanjikan, yang pada akhirnya akan melahirkan individu-individu yang tidak hanya istimewa, tetapi juga berdaya saing penuh.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan