Pabrik Minyak Makan Merah Dibangun di Kembang Janggut, Kukar Siap Cetak Kemandirian Pangan
Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Kutai Kartanegara terus menancapkan langkah menuju kemandirian pangan. Tahun 2025, pembangunan pabrik minyak makan merah resmi dimulai di Kecamatan Kembang Janggut. Proyek strategis ini tak hanya akan mengolah potensi besar kelapa sawit lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyebut pembangunan pabrik dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan rampung dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.
“Kalau pabrik rumput laut di Muara Badak saja butuh 6 tahun untuk selesai, maka pembangunan pabrik minyak makan merah ini realistis ditarget 4-5 tahun,” jelas Fathullah.
Minyak makan merah atau refined palm oil merupakan hasil penyulingan awal dari minyak sawit mentah (CPO) yang masih mempertahankan kandungan nutrisi alaminya. Uniknya, pabrik ini akan mengandalkan bahan baku dari petani sawit lokal, bukan dari perusahaan besar yang sudah punya jalur distribusi sendiri.
Langkah ini, kata Fathullah, sekaligus menjadi jalan pembuka bagi petani sawit di Kukar agar tak hanya jadi pemasok bahan mentah, tapi juga terlibat dalam rantai produksi yang lebih bernilai.
“Kami ingin masyarakat punya peran langsung dalam produksi. Makanya, nanti akan difasilitasi pembentukan koperasi yang bisa bermitra dengan pabrik ini,” bebernya.
Pabrik minyak makan merah ini pun diproyeksikan menjadi motor penggerak baru ekonomi lokal dan bagian dari peta jalan kemandirian pangan yang sedang dirintis Pemkab Kukar.
“Kita ingin Kukar tidak hanya jadi penyuplai bahan mentah, tapi juga pengolah dan produsen. Ini bagian dari strategi besar kemandirian pangan, terutama di sektor minyak goreng,” tegas Fathullah.
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



