Kaltimpedia
Beranda Nasional Ruang Praktik Rp 1,9 Miliar di SMK 1 Samboja Dinilai Belum Layak, Pansus DPRD Kaltim Minta Perbaikan Segera

Ruang Praktik Rp 1,9 Miliar di SMK 1 Samboja Dinilai Belum Layak, Pansus DPRD Kaltim Minta Perbaikan Segera

Rombongan Pansus LKPJ Saat Kunjungan Kerja di SMKN 1 Samboja. (Foto: Humas DPRD Kaltim)

Kaltimpedia.com, Kutai Kartanegara – Bangunan baru yang seharusnya menjadi pusat pengembangan keterampilan tata boga bagi siswa SMK Negeri 1 Samboja justru memantik sorotan tajam dari Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kalimantan Timur. Dalam kunjungan uji petik pada Kamis (17/4), Pansus menemukan bahwa proyek senilai Rp 1,9 miliar tersebut belum memenuhi standar kelayakan yang diharapkan.

Dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Agus Suwandy, rombongan anggota DPRD yang terdiri dari Fuad Fakhruddin, Abdul Giaz, Damayanti, Fadly Imawan, Firnadi Ikhsan, Andi Satya Adi Saputra, Hartono Basuki, dan Baharuddin Demmu, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik ruang praktik. Mereka juga didampingi tenaga ahli, staf Pansus, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.

Sorotan utama tertuju pada akses jalan menuju bangunan yang masih berupa tanah merah. Kondisi ini dianggap mengganggu aktivitas belajar mengajar, terutama saat musim hujan. Agus Suwandy secara tegas meminta pihak kontraktor segera membangun akses jalan yang layak serta menambahkan fasilitas pendukung seperti tangga di teras bangunan.

“Bagaimana siswa bisa belajar dengan nyaman kalau jalan ke ruang praktik masih becek dan licin? Ini soal keselamatan dan kenyamanan yang tidak bisa diabaikan,” katanya.

Selain masalah akses, pengerjaan bangunan pun dinilai belum tuntas secara rapi. Beberapa bagian dinding terlihat kasar dan kusen jendela belum dipasang dengan presisi. Pansus menilai kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas bangunan jika tidak segera dibenahi.

“Kami tidak ingin ada proyek pendidikan yang dikerjakan asal jadi. Ruang praktik ini harus bisa digunakan secara optimal, bukan hanya jadi bangunan pajangan,” tambahnya.

Melalui evaluasi ini, Pansus menegaskan komitmennya dalam mengawasi penggunaan APBD secara efektif dan transparan. Setiap rupiah dari anggaran daerah, kata Agus, harus menghasilkan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim.
(DPRDKaltim/Adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan