Soal Penanganan Inflasi, Nidya Listyono Minta Pemprov Kaltim Tak Hanya Beri BLT Tapi Juga Fokus Jalan Rusak

0 1,561

Samarinda, Kaltimpedia.com – Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono meminta agar penanganan inflasi yang dilakukan Pemprov Kaltim tak hanya bersifat memberi bantuan langsung tunai, kendati juga memperhatikan sejumlah infrastruktur jalan yang kondisinya rusak parah.

Tiyo sapaan politisi asal Partai Golkar itu menyebutkan, menurutnya jika infrastruktur jalan rusak, maka dipastikan harga bahan pokok penting (Bapokting) dan komoditas lainnya pun akan semakin mahal, khususnya di daerah Kaltim.

Ia memaparkan, selama beberapa bulan terakhir ini seluruh negara secara global memang mengalami kenaikan inflasi yang cukup signifikan. Pun Bumi Mulawarman julukan daerah Kaltim ini tengah menghadapi hal serupa. Angka inflasi mencapai sekitar 4,76 persen. Ini membuat Pemprov Kaltim berupaya keras untuk mengendalikan dan menurunkan angka inflasi.

Tiyo mengakui dirinya juga sempat bertemu dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Sri Wahyuni baru-baru ini untuk membahas terkait penangan inflasi di Kaltim.

“Pemerintah Provinsi telah menyalurkan beberapa bantuan. Seperti bantuan langsung tunai kepada masyarakat Kaltim dan bantuan kepada UMKM,” ungkapnya kepada awak media.

Meski demikian, Tiyo tegaskan ulang bahwa yang menjadi perhatiannya adalah infrastruktur jalan yang kondisinya terhitung parah.

“Pengadaan bahan-bahan makanan hari ini, kita masih mendatangkan dari luar. Kita meminta kepada Pemprov, jalan diperbaiki agar harga distribusi makanan kita lebih murah. Kalau rusak, pasti lebih mahal,” paparnya.

Akan hal tersebut, Tiyo juga mengimbau masyarakat Kaltim untuk tidak ‘panic buying’. Sebab berpotensi membuat beberapa item Bapokting mengalami kelangkaan seperti halnya ketika terjadi kelangkaan minyak goreng.

“Tetap beli seperti biasa saja dan sesuai kebutuhan. Gunakan konsumi yang disesuaikan dan berhemat. Yang tidak perlu, tidak usah dulu,” pungkasnya. (fa/adv/dprdkaltim)

Leave a comment