Utamakan Pembinaan, SDN 4 Sangatta Utara Tangani Perundungan dengan Pendekatan Edukatif
Kaltimpedia, Kutai Timur – SD Negeri 4 Sangatta Utara menempatkan isu perundungan di lingkungan sekolah sebagai perhatian serius yang harus ditangani secara bijak dan mendidik.
Meski kasus yang terjadi masih tergolong ringan, pihak sekolah memilih pendekatan pembinaan agar siswa memahami dampak perilaku tersebut dan tidak mengulanginya.
Kepala SDN 4 Sangatta Utara, Heri Junaidi, menyampaikan bahwa dengan jumlah peserta didik yang mencapai hampir 700 siswa, potensi gesekan antar anak tentu tidak dapat dihindari sepenuhnya.
“Umumnya yang terjadi hanya sebatas ejekan atau candaan berlebihan antar teman dan kami tidak langsung menghukum, tetapi memanggil siswa yang terlibat untuk diberi pemahaman dan membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Heri.
Surat pernyataan tersebut turut diketahui oleh orang tua siswa sebagai bentuk keterlibatan keluarga dalam proses pembinaan.
Dengan cara ini, sekolah dan orang tua dapat bersama-sama memantau perkembangan sikap anak, baik di sekolah maupun di rumah.
Selain penanganan langsung, SDN 4 Sangatta Utara juga menerapkan sistem deteksi dini melalui assessment anti-bullying.
Lembar evaluasi ini dibagikan kepada siswa dan orang tua untuk mengetahui apakah anak pernah mengalami, menyaksikan, atau terlibat dalam tindakan perundungan.
“Melalui assessment ini, kami bisa mengetahui kondisi psikologis anak lebih awal dan jika ada indikasi ketidaknyamanan, guru bisa segera melakukan pendampingan,” jelasnya.
Heri menegaskan bahwa sekolah tetap memiliki batas tegas dalam penanganan kasus.
Apabila ditemukan perundungan yang bersifat berat atau mengarah pada kekerasan fisik, pihak sekolah siap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan.
Namun hingga saat ini, seluruh kasus yang muncul masih dapat diselesaikan secara internal melalui pendekatan kekeluargaan, konseling, dan pembinaan karakter.
Upaya pencegahan perundungan juga diperkuat melalui pembiasaan sikap positif dalam kegiatan belajar mengajar serta implementasi Program Sekolah Ramah Anak yang telah berjalan sejak 2019.
Program ini menanamkan nilai saling menghargai, empati, dan rasa aman di lingkungan sekolah.
Dengan berbagai langkah tersebut, SDN 4 Sangatta Utara berkomitmen menjaga lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Sekolah berharap suasana yang kondusif dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari sisi akademik maupun karakter.(ADV)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



