Kaltimpedia
Beranda Kutai Kartanegara Verifikasi Beasiswa Kukar Idaman Dimulai, Pemerintah Perketat Seleksi demi Akurasi Data Penerima

Verifikasi Beasiswa Kukar Idaman Dimulai, Pemerintah Perketat Seleksi demi Akurasi Data Penerima

Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini tengah memasuki tahap krusial dalam pelaksanaan Program Beasiswa Kukar Idaman 2025.

Setelah proses pendaftaran ditutup dengan jumlah pendaftar yang membludak, saat ini seluruh dokumen peserta mulai diverifikasi secara digital dan lapangan untuk memastikan keabsahan data.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza menyampaikan, tahapan verifikasi awal ditargetkan rampung pada pekan ketiga Mei 2025. Proses ini mencakup pemeriksaan kesesuaian dokumen unggahan dengan data asli, termasuk format file dan keaslian informasi yang diberikan.

“Verifikasi awal dilakukan melalui sistem, untuk mengecek kesesuaian dan keabsahan dokumen. Salah satunya memastikan file yang diunggah sesuai format dan tidak palsu,” ujar Dendi.

Tahun ini, proses verifikasi melibatkan Bankaltimtara, yang diberi akses untuk memeriksa status rekening calon penerima. Langkah ini bertujuan mencegah kegagalan pencairan dana beasiswa akibat rekening tidak aktif atau tidak sesuai nama.

Tak berhenti di tahap digital, verifikasi juga dilakukan secara langsung. Tim akan mengunjungi sekolah dan perguruan tinggi guna mencocokkan data seperti surat keterangan aktif, indeks prestasi kumulatif (IPK), dan status semester.

Temuan ketidaksesuaian sering terjadi, mulai dari pengakuan semester yang tidak sesuai hingga IPK yang diunggah tidak sinkron dengan data kampus.

“Kadang ada yang mengaku masih semester enam, tapi ternyata sudah semester sepuluh. Ada juga yang mengunggah IPK 3,1, tapi data resmi dari kampus menunjukkan IPK-nya 2,7. Ini yang harus diluruskan lewat validasi di lapangan,” ungkapnya.

Lebih serius lagi, Dendi menyebut adanya kasus pemalsuan data, khususnya pada jenjang S2 dan S3. Beberapa peserta ternyata tidak benar-benar terdaftar sebagai mahasiswa di kampus yang mereka sebutkan dalam berkas.

“Pernah ada yang ngaku kuliah di kampus luar Kaltim, ternyata bukan mahasiswa di sana. Ini jadi peringatan keras agar peserta jujur sejak awal,” tegas Dendi.

Adapun alokasi beasiswa tahun ini cukup beragam. Untuk kategori Beasiswa Tematik, tersedia 30 kuota kerja sama dengan Telkom University dan PKN STAN. Sementara Beasiswa Santri Lanjut Perguruan Tinggi dibuka untuk 20 orang melalui kemitraan dengan PTIQ dan Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta.

Kategori pondok pesantren dan siswa SMA/sederajat masing-masing menyediakan 200 kuota, dengan subkategori berdasarkan prestasi, kondisi sosial, dan ekonomi. Jenjang D4-S1 menjadi yang paling diminati, dengan kuota mencapai 867 penerima. Sementara itu, kuota jenjang S2 dan S3 masing-masing disiapkan untuk 20 dan 10 orang.

“Awalnya hanya 800, tapi setelah dihitung ulang, anggarannya bisa untuk 867 peserta,” jelas Dendi.

Secara keseluruhan, anggaran tahap pertama Beasiswa Kukar Idaman tahun ini menyentuh angka Rp9 miliar. Pemerintah memastikan akan membuka tahapan berikutnya, menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan fiskal daerah.

Masyarakat Kukar diminta bersabar menanti pengumuman resmi. Jika ada peserta yang tidak lolos, besar kemungkinan disebabkan oleh temuan dalam proses verifikasi dan validasi yang dilakukan secara menyeluruh. (adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan