Hari Bhakti PU ke-80 Kaltim: Spirit Sapta Taruna Dorong Infrastruktur Berkeadilan
Samarinda – Seluruh Insan Pekerjaan Umum (PU) di Kalimantan Timur (Kaltim) berkumpul dalam suasana khidmat namun meriah untuk memperingati Hari Bhakti PU ke-80.
Upacara yang dilangsungkan di Halaman Kantor Dinas PUPR-Pera Provinsi Kaltim, Jalan Tengkawang, Samarinda, pada Rabu (3/13/2025), bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah momen penting untuk mengenang sejarah kepahlawanan dan memperbarui janji pengabdian dalam pembangunan infrastruktur.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan sambutan resmi dari Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Peringatan tahun ini mengusung tema sentral, “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” sebuah tema yang secara tegas mencerminkan visi Kementerian PU untuk memastikan pemerataan hasil pembangunan dapat dirasakan di seluruh pelosok negeri.
Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Seno Aji mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali merenungi akar historis dan jati diri Kementerian PU.
Ia menegaskan bahwa Hari Bhakti ke-80 adalah penghormatan abadi atas peristiwa heroik di Gedung Sate, Bandung, pada 3 Desember 1945. “Peringatan Hari Bhakti ke-80 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah penghormatan abadi atas peristiwa heroik yang terjadi tepat 80 tahun silam,” kata Wagub Seno Aji.
Peristiwa itu menjadi saksi gugurnya tujuh pegawai PU, yang dikenang sebagai Sapta Taruna, yang berani mempertahankan gedung bersejarah itu hingga titik darah penghabisan.
Pengorbanan Sapta Taruna telah mewariskan nilai pengabdian tanpa pamrih, yang hingga kini menjadi fondasi kokoh bagi Hari Bakti PU.
Wakil Gubernur mengutip pesan Menteri PU: “Mereka adalah pegawai biasa, namun memiliki keberanian luar biasa. Mereka tidak hanya mempertahankan bangunan fisik, tetapi mempertahankan harga diri, mempertahankan cita-cita luhur dan jiwa bangsa, walau nyawa taruhannya.”
Spirit perjuangan Sapta Taruna inilah yang kemudian dirangkum menjadi Sapta Bakti Insan PU, tujuh pesan utama yang harus menjadi etos kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ke depan.
Pesan-pesan tersebut mencakup penguatan nilai dasar untuk bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, namun dengan cara yang semakin cerdas; menjaga integritas sebagai marwah; bekerja dengan empati dan orientasi pelayanan; hingga membangun infrastruktur yang berkeadilan dan merata, menjangkau desa terpencil dan wilayah perbatasan.
Selain itu, ditekankan pentingnya mengutamakan keselamatan, kualitas, dan akuntabilitas; melakukan inovasi dan percepatan menuju sasaran PU608; serta memelihara semangat pengabdian sebagai jiwa dari Hari Bakti PU.
Spirit Sapta Bakti ini, ditekankan dalam sambutan, akan menjadi landasan utama bagi Insan PU Kaltim dalam melanjutkan pengabdian untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini dikonkretkan melalui strategi ambisius PU608, sebuah komitmen yang menuntut standar kinerja lebih tinggi.
Sasaran PU608 mencakup tiga target makro yang ambisius, yaitu efisiensi investasi dengan ICOR di bawah 6, pengentasan kemiskinan menuju 0% pada akhir masa jabatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% pada akhir tahun 2029.
Wakil Gubernur Seno Aji menutup sambutannya dengan optimisme besar. “Pencapaian sasaran PU608 ini adalah kontribusi nyata Kementerian PU dalam mengawal jalan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Upacara peringatan di Kaltim ini menjadi penanda kuat kesiapan daerah untuk bahu-membahu dalam mewujudkan infrastruktur berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan, demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



