Kaltimpedia
Beranda Kutai Kartanegara Kukar Pelopori Investasi Karbon Tanpa Lepas Lahan, Sebanyak 10 Desa Terlibat

Kukar Pelopori Investasi Karbon Tanpa Lepas Lahan, Sebanyak 10 Desa Terlibat

Pemkab Kukar bersama PT TCI gelar rapat kerjasama di Pendopo Bupati Kukar.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Pendekatan baru dalam pengelolaan lingkungan mulai diterapkan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui kerja sama dengan PT Tirta Carbon Indonesia, pemerintah daerah mengembangkan proyek perdagangan karbon berbasis Areal Penggunaan Lain (APL) tanpa pelepasan hak atas tanah. Proyek ini mencakup lebih dari 55 ribu hektare yang tersebar di 10 desa dan dirancang berjalan selama tiga dekade.

Program yang dilaksanakan di Kecamatan Kembang Janggut, Muara Kaman, Kota Bangun, dan Kenohan ini disebut sebagai yang pertama di dunia dengan skema konservasi karbon tanpa alih kepemilikan lahan. Desa yang terlibat antara lain Muara Siran, Kupang Baru, Bukit Jering, Liang, Sebelimbingan, dan Tuana Tuha.

Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah menegaskan bahwa skema ini merupakan investasi hijau yang tidak boleh disalahpahami.

“Saya tegaskan, ini investasi. Harus dipahami dan dikawal betul. Kita harapkan tidak hanya berkontribusi pada pendapatan negara, tapi juga memberikan daya ungkit ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Kukar,” ujar Edi saat penandatanganan perjanjian kerja sama di Pendopo Bupati, Selasa (6/5/2025).

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan proyek ini berbeda dengan investasi konvensional seperti kelapa sawit atau pertambangan, karena tidak menyentuh kepemilikan lahan warga.

“Kalau sawit ada pelepasan hak, di sini tidak ada. Kita justru mau memperbaiki lingkungan yang selama ini rusak. Ini investasi yang pro-lingkungan dan pro-masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tirta Carbon Indonesia, Wisnu Candra, menyampaikan bahwa proyek akan dijalankan dalam tiga tahapan, masing-masing selama 10 tahun, dan diatur melalui peraturan bupati.

“Manfaatnya bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga untuk lingkungan. Tahun ini akan mulai dijajaki pemberdayaan warga, agar dampaknya bisa langsung dirasakan,” pungkas Wisnu.

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan